Penanggulangan Banjir Samarinda, Pengerukan Sungai Karang Mumus Terus Dikebut, Begini Progresnya

Penanggulangan banjir, Pengerukan Sungai Karang Mumus di Samarinda Kalimantan Timur terus dikebut, Begini Progresnya.

Penanggulangan Banjir Samarinda, Pengerukan Sungai Karang Mumus Terus Dikebut, Begini Progresnya
TribunKaltim.Co/Nevrianto Hardi Prasetyo
NORMALISASI SUNGAI KARANG MUMUS-Pengerukan Normalisasi Sungai Karang Mumus guna antisipasi bencana banjir oleh sebuah alat berat excavator Amphibi berlangsung kawasam Sungai Karang Mumus (SKM) yang membelah jalan Abdul Muthalib kelurahan Sungai Pinang Luar dan Jalan Abdul Rahman Saleh (eks jalan kehewanan) dan jalan Biawan,kota Samarinda Kalimantan¬† Timur, Senin (4/11/2019). 

"Kita menggeser sedikit bukan karena untuk kebaikan kita semua. Kita lakukan bertahap dan bergilir, "pelan tapi pasti", mau dipaksa di keruk di satu lokasi sampai tuntas, bakal memakan waktu lama," ucap Jaang, Senin (4/11/2019).

Pengerjaan yang telah berjalan kurang lebih mencapai 61 persen ini, diharapkan terus dapat berlanjut, Jaang menuturkan aliran air di SKM,  paling tidak telah mengalir cukup lancar, dan tumpukan tanah di dasar SKM sendiri sudah 30 persen berhadil dikeruk.

"Semoga bisa rampung 100 persen dan warga tidak lagi terdampak banjir. Jadi Kota Samarinda bisa disebut Kota bebas banjir," harapnya.

Bakal Bongkar Rumah Dekat Sungai Karang Mumus

Berita sebelumnya, ada laporan soal data seluruh rumah yang akan dibongkar disampaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.

Pemkot Samarinda mendata, sedikitnya 800 rumah akan dibongkar untuk melancarkan program normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Samarinda, Endang Liansyah mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendataan kepada seluruh rumah-rumah yang nantinya akan dibongkar di Sungai Karang Mumus.

Data sementara yang dikumpulkan olehnya, ada 800 rumah akan dibongkar.

"Itu masih data sementara. Rumah yang akan dibebaskan itu ada di dua sisi," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim Isran Noor usai memberikan laporan perkembangan pengerukan dan pengangkutan sedimentasi SKM ke lokasi pembuangan (Disposal), pada Jumat (6/9/2019), siang

Disisi pertama, ada di belakang Pasar Segiri Samarinda tepatnya di Rt 26, 27 dan 28 sebanyakn kurang lebih 600 rumah.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved