Penanggulangan Banjir Samarinda, Pengerukan Sungai Karang Mumus Terus Dikebut, Begini Progresnya

Penanggulangan banjir, Pengerukan Sungai Karang Mumus di Samarinda Kalimantan Timur terus dikebut, Begini Progresnya.

Penanggulangan Banjir Samarinda, Pengerukan Sungai Karang Mumus Terus Dikebut, Begini Progresnya
TribunKaltim.Co/Nevrianto Hardi Prasetyo
NORMALISASI SUNGAI KARANG MUMUS-Pengerukan Normalisasi Sungai Karang Mumus guna antisipasi bencana banjir oleh sebuah alat berat excavator Amphibi berlangsung kawasam Sungai Karang Mumus (SKM) yang membelah jalan Abdul Muthalib kelurahan Sungai Pinang Luar dan Jalan Abdul Rahman Saleh (eks jalan kehewanan) dan jalan Biawan,kota Samarinda Kalimantan¬† Timur, Senin (4/11/2019). 

Setelah itu, kisaran biaya yang dibutuhkan akan terlihat.

Terkait dengan pemberian santunan sendiri, Endang menjelaskan, sudah ada aturan mengatur hal tersebut, yakni Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 117 Tahun 2018 tentang Pendanaan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan nasional Yang Bersumber Dari APBD.

"Jadi, kita akan menggunakan aturan itu untuk memberikan santunan kepada warga," katanya.

Di dalam aturan tersebut, terdapat beberapa santunan yang akan diberikan.

Seperti pemberian bantuan sewa rumah selama 12 bulan.

"Tunjangan kehilangan pendapatan dari pemanfaatan tanah, dan biaya pembersihan segala sesuatu diatas tanah," tandasnya.

Setelah relokasi warga dilokasi terdampak program normalisasi Sungai Karang Mumus selesai, Endang menyebutkan, maka proyek pengerukan dan pengangkutan sampah dan lumpur sedimentasi SKM akan segera dilanjutkan.

Artinya, tidak terputus antara pengerjaan tahap pertama dengan tahap kedua.

"Inginnya kita tidak terputus. Jadi, kegiatan menyambung terus. Intinya, kita berpatok pada aturan yang berlaku dalam menerapkan kebijakan di lapangan nanti," tuturnya. 

Masih banyak hal yang tertuang dalam Permendagri tersebut.

"Memang tidak ada aturan ganti rugi di lokasi itu. Memang tidak diperbolehkan dalam aturan," jelasnya. 

Sementara ini, pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM), di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo berjalan lancar. Tercatat, kurang lebih 1.296 kubik lumpur dan sampah di SKM telah terangkut.

Hingga selesai pada September nanti, pelaksana kegiatan akan menuntaskan pengangkutan 10.000 kubik sedimentasi SKM.

Namun, untuk menembus target hingga usai pekerjaan pada September mendatang, TNI AD dari Korem 091/ASN sebagai pelaksana pengerukan mengharap, agar masyarakat yang masih tinggal di bantaran SKM segera direlokasi.

Kepala Pelaksana Lapangan (Kapelap) Pengerukan SKM, Kol ARH Muhamad Jamaluddin Malik mengungkapkan, demi memperlancar proses pengerukan SKM pihaknya mengharapkan agar seluruh warga yang masih tinggal di bantaran SKM segera direlokasi.

“Terutama, warga yang masih tinggal di daerah yang menjorok ke arah SKM. Warga di situ harus segera direlokasi, agar proses pengerukan sedimentasi di SKM bisa lancar.

Anggota TNI AD dari Korem 091/ASN Kodam VI Mulawarman saat melaksanakan pekerjaan pengerukan SKM di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo.
Anggota TNI AD dari Korem 091/ASN Kodam VI Mulawarman saat melaksanakan pekerjaan pengerukan SKM di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. (Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto)

Sekarang, kita hanya melakukan pengerukan di daerah yang bebas dari warga,” ujar Kol ARH Muhamad Jamaluddin Malik.

Ditanyakan kapan relokasi dilakukan, pria yang juga menjabat sebagai Kasiter Korem 091/ASN ini juga menyampaikan, agar setelah hari raya Idul Adha, pada Agustus mendatang seluruh warga sudah di relokasi.

Pasalnya, sesuai target, pihaknya akan menyelesaikan pengerukan 10.000 kubik sampah dan lumpur di SKM.

Anggota TNI AD dari Korem 091/ASN Kodam VI Mulawarman saat melaksanakan pekerjaan pengerukan SKM di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo.
Anggota TNI AD dari Korem 091/ASN Kodam VI Mulawarman saat melaksanakan pekerjaan pengerukan SKM di Gang Nibung, Jalan Dr Soetomo. (Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto)

“Target kami, akhir juli ini kita sudah mengangkut 3.000 kubik sampah dan lumpur dari SKM. Atau 30 persen dari target 10.000 kubik. Nah, kemudian kami akan menyelesaikan seluruh pekerjaan di akhir September sebanyak 10.000 kubik. Agustus, kami mengharapkan seluruh warga sudah direlokasi,” tandas Kol ARH Muhamad Jamaluddin Malik.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved