Polda Kaltara Ungkap Barang Bukti 1,8 Kg Sabu Sabu, 1 Bandar Jaringan Internasional Tersangka

Polda Kaltara Ungkap Barang Bukti 1,8 Kg Sabu Sabu, 1 Bandar Jaringan Internasional Tersangka.

Polda Kaltara Ungkap Barang Bukti 1,8 Kg Sabu Sabu, 1 Bandar Jaringan Internasional Tersangka
Tribunkaltim.co/Arfan
Suasana press rilis sekaligus pemusnahan barang bukti sabu-sabu di Mapolda Kaltara, Senin (4/11/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah ( Polda ) Kalimantan Utara atau Kaltara berhasil mengungkap kembali tiga kasus peredaran narkotika selama Oktober 2019.

Barang bukti sabu sabu yang berhasil diamankan sebanyak 1.855,75 gram atau 1,8 kilogram.

Sebanyak 10 orang tersangka yang diamankan.

Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit melalui Direktur Reskoba, Kombes Pol Adi Affandi mengungkapkan, tiga kasus yang diungkapkan ini adalah kasus yang sindikatnya saling terkait.

Pertama, polisi mengamankan tiga orang tersangka berinisial Wari, Samsu Abdullah, dan Harjoni Darmawan di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan pada 8 Oktober. Dari ketiganya, diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 49,51 gram.

"Kami melakukan pengembangan dari kasus itu, akhirnya kami mengungkap kasus baru dengan tersangka Herman di Jalan Kepiting, Juata Laut, Tarakan di hari yang sama, tanggal 8 Oktober," ujar Kombes Pok Adi Affandi, Senin (4/11/2019) di Mapolda Kalimantan Utara.

Tiga tersangka pada kasus pertama, mengungkapkan kepada penyidik bahwa barang bukti sabu-sabu tersebut didapatkan dari tersangka Herman.

Polisi yang terus melakukan pengembangan kasus, akhirnya kembali meringkus 6 (enam) tersangka baru yakni Sape, Rahmat, Johansyah, Sarifuddin, Ruseno, dan Melisa. Dari enam tersangka baru ini, diketahui adalah bandar sabu jaringan internasional. Tersangka tersebut adalah Johansyah alias Bagong.

Bagong sudah lama menjadi target operasi Polda Kalimantan Utara. Demikian juga ia menjadi target operasi Polisi Diraja Malaysia.

"Setelah kami tangkap, kami kirimkan ke polisi Malaysia. Mereka membenarkan bahwa TO-nya (Target Operasi) sesuai dengan yang kami tangkap. Tersangka ini adalah WNI," ujarnya.

Ketiga perkara tersebut dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) subsidier Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman mati. 

Polda Kaltim Bongkar Kasus sabu di Samarinda

Di tempat terpisah, berita sebelumnya di Samarinda Kalimantan Timur. 

Dirresnarkoba Polda Kaltim Benarkan Penangkapan Pelaku Narkoba Depan Taman Samarendah Kota Samarinda

Kepolisian di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ) kembali menangkap pelaku narkoba.

Penangkapan tersebut diketahui saat Tribunkaltim.co menerima foto dan video yang beredar saat penangkapan pelaku narkoba di kota Tepian itu.

BACA JUGA

Final, Presiden Joko Widodo Tak akan Terbitkan Perppu KPK, Meski Banyak Korban Jiwa, Ini Alasannya

Ahok dan Antasari Azhar Berpeluang Duduki Dewan Pengawas KPK, Presiden Jokowi yang Tunjuk Langsung

Duel Persebaya vs PSM Makassar Ditunda, Kedua Tim Dapat Sanksi Komdis PSSI Termasuk Persib & Persija

Setelah Cetak Gol, Ezechiel NDouassel Jadi Tumbal Kemenangan Persib Bandung di Markas Kalteng Putra

Pada video yang diterima Tribunkaltim.co, nampak seorang pria berbaju hitam dan berambut gondrong sedang diamankan sejumlah polisi berpakaian bebas sembari melepaskan beberapa tembakan ke udara.

Di video itu juga, pelaku ditangkap di depan Taman Samarendah kota Samarinda.

Terlihat, pelaku dikeluarkan dari mobil Daihatsu Xenia warna merah maron bernomor polisi KT 1125 WB bersama sopir mobil tersebut yang mengenakan jaket hitam.

Kemudian aparat membawa kedua orang yang belum diketahui identitasnya tersebut ke Mapolsekta Samarinda Ilir.

Selanjutnya, setiba di Polsekta Samarinda Ilir, pelaku yang membawa tas ransel tersebut digeledah.

Alhasil, polisi menemukan enam pak bungkusan berwarna hijau yang ditaruh dalam tas ranselnya.

Saat dibuka, ternyata bungkusan tersebut merupakan narkoba jenis sabu.

Saat dikonfirmasi ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim, Direktur Resnarkoba Polda Kaltim,

Kombes Pol Akhmad Shaury membenarkan penangkapan narkoba di Kota Samarinda tersebut.

Polda Kaltim mengamankan dua orang yang diduga membawa narkoba, kejadian penangkapan di Taman Samarendah, Samarinda
Polda Kaltim mengamankan dua orang yang diduga membawa narkoba, kejadian penangkapan di Taman Samarendah, Samarinda (ISTIMEWA)

BACA JUGA

Petugas Piket Berkurang, Posko Bersinar Pasar Segiri Samarinda Tak Maksimal Pantau Pengedar Narkoba

Cegah Peredaran Narkoba dalam Penjara, Rutan Tanjung Redeb Berau Ajukan Pengadaan X-Ray

Viral di Instagram, Suami Nagita Slavina Raffi Ahmad Temui Polisi yang Menangkap Saat Kasus Narkoba

"Infonya memang benar," ujar Kombes Pol Akhmad Shaury kepada Tribunkaltim.co, melalui pesan Whatsapp, Sabtu, (2/11/2019).

Dirresnarkoba Polda Kaltim saat dikonfirmasi tidak banyak berkomentar soal penangkapan yang terjadi di depan Taman Samarendah tersebut.

Kombes Pol Akhmad Shaury mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan pihak kepolisian dan dirinya akan merilis penangkapan narkoba tersebut setelah proses pengembangannya selesai.

"Sabar ya, masih pengembangan. Nanti kalau sudah selesai saya rilis," ungkap Kombes Pol Akhmad Shaury.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan narkoba di Kota Tepian tersebut.

BACA JUGA

Jika Ada Peredaran Narkoba Laporkan! Ini Jaminan Sat Resnarkoba Polres Balikpapan pada Pelapor

Ibnu Rahim Mantan Artis Cilik Tertangkap Narkoba, Pemain Sinetron Madun Pengedar Ekstasi dan Sabu

Bandar Narkoba Ingin Rebut Pasar Ibu Kota Negara, Samarinda Jadi Tujuan, Ini Alasannya

Disebut Kampung Narkoba, Pengedar di Pasar Segiri Curigai Pengunjung yang Mencurigakan sebagai Intel

Diberitakan sebelumnya, disebut Kampung Narkoba, pengedar di Pasar Segiri curigai pengunjung yang mencurigakan sebagai intel

Pasar Segiri Samarinda, mendapat stigma sebagai kampung narkoba.

Namun, seiring berjalannya waktu kampung ini mulai meninggalkan anggapan itu.

semenjak berdirinya Posko Bersinar ( Segiri Bersih dari Narkoba ), sejak 3 bulan yang lalu.

BACA JUGA

Ramalan Zodiak Cinta Jumat 1 November 2019: Gemini Merasa Dicintai, Scorpio Kehilangan Kendali

Kabar Buruk buat Pengguna WhatsApp WA, Ternyata Bisa Dibajak Saat Video Call

Kabar Buruk Keluarga Raffi Ahmad, Sebelum Isu Video Syur Mama Rieta Marahi Nagita Slavina Karena Ini

Tahi Lalat Nagita Slavina di Atas Bibir Istri Raffi Ahmad Diterawang Punya Sifat & Hoki Seperti Ini

Malah karena banyaknya pengedar, yang menjalankan peredaran narkoba di salah satu pusat pasar tradisional di Samarinda itu,

membuat semua mata memandang sinis, ketika seseorang yang mengenakan pakaian layaknya seorang petugas atau Intel, berkunjung dan berjalan di kawasan Pasar.

Salah satu wanita yang bekerja di kawasan Pasar Segiri sebut saja Lila (nama samaran),

mengatakan bahwa warga (pengedar) di Segiri sudah antipati dengan orang asing.

Warga yang terlibat narkoba sering kali mengira orang asing adalah polisi, sehingga mereka memilih kabur.

Sedangkan warga yang tak terlibat narkoba terlalu paranoid. Mereka khawatir disangkutpautkan dengan narkoba oleh polisi.

"Wah kalau itu, bukan rahasia lagi. Malahan, ini saya bongkar ja ya mas, dulu saking nekatnya, mereka jualannya pas di samping sini.

Supaya bisa mantau kalau ada petugas, saya ga bisa apa-apa, karena takut jadi sasaran," beber dia, Jumat (1/11/2019).

DARURAT NARKOBA - Personel gabungan melakukan patroli, sekaligus sosialisasi disekitar pasar Segiri, Rabu (11/9/2019).
DARURAT NARKOBA - Personel gabungan melakukan patroli, sekaligus sosialisasi disekitar pasar Segiri, Rabu (11/9/2019). (HO/BNNK Samarinda)

"Apalagi kalau ada orang yang pakai jaket Jins atau kulit, dan kelihatan mencurigakan, pasti langsung disinisin, karena dikira polisi nyamar, padahal cuma pengunjung," lanjut Lila.

Wanita 23 Tahun itu tidak memungkiri, predikat kampung narkoba sudah melekat sejak lama.

Dia mengatakan banyak warga yang terbelit kasus narkoba, tapi tidak semua.

Kini, lanjut dia, warga yang terlibat narkoba sudah berkurang banyak.

Kendati demikian, julukan sebagai kampung narkoba masih saja melekat.

"Sepengetahuan saya ya, memang banyak warga yang terlibat narkoba.

Ada yang menjadi bandar, tapi kebanyakan pengedar, rata-rata mereka juga pemakai.

Sekarang tidak banyak, kalau ada paling satu atau dua orang, yang pasti sudah berkurang,” ulasnya.

Ia mengatakan belasan warga di sini, kerap berurusan dengan polisi karena narkoba, tidak hanya satu atau dua orang saja, tetapi mencapai puluhan.

BACA JUGA

Polsek Sungai Pinang Samarinda Operasi Cipta Kondisi di Dua Kampung Narkoba, Begini Hasilnya

Petugas Piket Berkurang, Posko Bersinar Pasar Segiri Samarinda Tak Maksimal Pantau Pengedar Narkoba

Pengguna Narkoba Enggan Manfaatkan Fasilitas Konseling yang Ada di Pasar Segiri Samarinda

Dua Pekan Pasar Segiri Ditongkrongi 24 Jam oleh Petugas Gabungan, Belum Bersih dari Narkoba

Dia mengatakan bagi warga yang menjadi pengedar, keluar-masuk penjara sudah menjadi hal biasa.

Anehnya, meski berulang kali dibui mereka tidak kapok dan mengulangi perbuatan lagi, baik mengonsumsi atau mengedarkan narkoba.

"Mending kalau satu dua orang saja, ini puluhan yang sering berurusan sama polisi.

Malah pas mereka keluar, ada yang balik lagi jualan. Sempat ada pengedar yang kena batunya juga, baru sehari keluar, dia jualan lagi. 

Nah barangnya ditaruh di atas atap mobil bak, milik pengunjung, tapi pas si pemilik mobil jalan, eh dia ga sadar kalau barangnya ditaruh disana, jadi marah-marah sendiri.

Ya tapi ada juga yang insaf dan memulai hidup baru dengan berdagang,” ujar Lila. 

Data yang diperoleh, Satnarkoba Polresta Samarinda tercatat telah mengungkap lebih dari 57 kasus peredaran narkoba, dalam kurun wakti 3 tahun terakhir, dari berbagai jenis narkoba di Kota Tepian.

Sebanyak puluhan tersangka narkoba sudah dijebloskan polisi ke penjara.

Dari jumlah kasus sebanyak itu, lebih dari 50% merupakan kasus narkoba yang melibatkan warga Samarinda dan pendatang, baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto melalui Iptu Edi Susanto mengatakan, kawasan Pasar Tradisional itu belum sepenuhnya bersih dari narkoba.

Masih ada sejumlah transaksi narkoba, khususnya sabu-sabu ( SS ) dilakukan di sekitar Pasar.

Dia menegaskan pihaknya tak akan segan-segan menindak pelaku tindak pidana narkoba di mana pun tempatnya.

(Tribun Kaltim)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved