Festival Mahakam 2019

Rindu Festival Mahakam, Kisah Kesenian Reog Ponorogo Samarinda, Denyut Inklusif Bukan Jawa Saja

Rindu Festival Mahakam, Kisah Kesenian Reog Ponorogo Samarinda Kalimantan Timur, Denyut inklusif Bukan Jawa Saja, siapa saja bisa!

Rindu Festival Mahakam, Kisah Kesenian Reog Ponorogo Samarinda, Denyut Inklusif Bukan Jawa Saja
TribunKaltim.Co/Purnomo Susanto
Penari muda kuda lumping dari Paguyuban Reog Ponorogo Singo Joyo Mulyo Samarinda saat menampilkan tarian di acara Festival Mahakam, pada Minggu (3/11/2019), sore, di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rindu Festival Mahakam, Kisah Kesenian Reog Ponorogo Samarinda Kalimantan Timur, Denyut inklusif Bukan Jawa Saja

Dampak era digital saat ini, sedikit demi sedikit akan menggerus budaya lokal.

Apabila tidak mendapat perhatian, budaya lokal bisa jadi akan hilang.

Demikian disampaikan oleh pegiat kesenian reog Ponorogo kepada Tribunkaltim.co

Hal ini dirasakan oleh Paguyuban reog Ponorogo Singo Joyo Mulyo Samarinda, Kalimantan Timur.

Dimana, minat kaum muda untuk melihat ateraksi budaya reog Ponorogo sangat minim.

Semangat pembentukan Paguyuban beranggotakan kurang lebih 60 orang ini memang bukan mencari keuntungan.

Pembentukan Paguyuban reog Ponorogo, lebih banyak didasari atas rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

Sehingga, bukan hanya dari kalangan keluarga Jawa saja, anggota Paguyuban bisa berasal dari suku apa saja.

Sebenarnya, kita tidak terlalu terpengaruh dengan perubahan zaman.

Halaman
1234
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved