Diserang Rocky Gerung, Ikhwan Zein Diterpa Masalah, Menkopolhukam Mahfud MD Pilih Pulang Kampung

Diserang Rocky Gerung, Ichwan Zein diterpa masalah, Menkopolhukam Mahfud MD pilih pulang kampung

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kolase Tribun Kaltim
Menkopolhukam Mahfud MD ayah Ichwan Zein dan Rocky Gerung 

TRIBUNKALTIM.CO - Diserang Rocky Gerung, Ikhwan Zein diterpa masalah, Menkopolhukam Mahfud MD pilih pulang kampung.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD kini sudah menjabat Menkopolhukam setelah dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Namun, sejumlah masalah harus dihadapi Mahfud MD belakangan ini.

Setelah Ribut dengan Ahok, Anies Baswedan Kini Tantang Sri Mulyani, Juga Singgung Tito Karnavian

 Maju Pilpres 2024, Mahfud MD Diprediksi Berpasangan dengan Gubernur yang Dibenci Pendukung Jokowi

 Kabar Buruk Menimpa Ikhwan Zein, Anak Menkopolhukam Mahfud MD, Pengganti Wiranto, Berprofesi Dokter

 Akun Facebook Ini Ungkap Nama Asli Tokoh-tokoh di Cerita Viral Layangan Putus, Ada Pemilik Ammar TV

Sang anak, Ikhwan Zein yang berprofesi sebagai Dokter diterpa masalah berupa fotonya dicatut orang untuk hal tak bertanggung jawab.

Mahfud MD juga dapat kritikan dari Rocky Gerung, terkait radikal dan radikalisme.

Dilansir dari Tribunnews, Menkopolhukam Mahfud MD pulang kampung ke Pamekasan Madura sejak Jumat (1/11/2019) kemarin.

Mahfud MD dan keluarga besar ziarah ke makam sang ayah di Dusun Seccang, Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Bersiap kembali bertugas di Jakarta, Mahfud MD minta doa dari sang ibu, Siti Khadidjah.

Siti Khadidjah mengatakan, sebelum Mahfud MD balik ke Jakarta ia sempat meminta restu kepada dirinya supaya diberikan kemudahan dalam menjalankan jabatan yang baru ia terima dari Presiden Joko Widodo.

Mahfud MD minta didoakan agar diberikan kelancaran dan ridho' sehingga tidak ada kendala dalam menjalankan amanahnya sebagai Menkopolhukam.

Mahfud MD juga sempat mampir ke rumahnya yang berada di Jalan Dirgahayu Pamekasan dan sempat makan campur bersama keluarga besar.

"Saya selalu mendoakan anak saya, semua saya doakan dan saya meminta supaya Mahfud bisa menjalankan tugas barunya sebagai menteri dengan baik dan benar," katanya.

"Dalam hal apa pun yang dia lakukan semoga mendapatkan pertolongan dari Allah," doanya.

Khodijah mengaku sangat bangga anaknya bisa dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menkopolhukam.

Ia berharap Mahfud MD bisa bekerja dengan jujur, amanah, totalitas, sehingga bisa mendapatkan barokah dari yang maha kuasa.

"Saya sangat senang dan bangga atas kepercayaan Jokowi yang memberikan jabatan Menkopolhukam kepada anak saya, semoga anak saya amanah," tandasnya.

Diserang Rocky Gerung

Rocky Gerung sempat menyindir Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD terkait definisi radikalisme.

Sedangkan, istilah radikalisme kini tengah ramai dibahas terkait fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin memberantas gerakan tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Realita TV pada Minggu (3/10/2019), menurut Rocky Gerung istilah radikalisme itu dapat menciptakan berbagai pandangan.

Padahal menurut Rocky Gerung, radikalisme merupakan upaya berpikir maksimal untuk melakukan perubahan total.

"Ini istilah yang kemudian menghasilkan kebingungan, juncto kecemasan, padahal istilah itu, istilah akademis artinya upaya untuk menghasilkan perubahan total, upaya untuk berpikir maksimal, upaya untuk debat dengan dengan argumentasi yang kuat."

"Jadi itu seluruh aktivitas positif itu sebetulnya," jelas Rocky Gerung.

Namun, istilah radikalisme kini justru dianggap momok bagi masyakarakat.

Pasalnya, Rocky Gerung menilai istilah radikalisme yang disebut-sebut akhir-akhir ini sebenarnya digunakan untuk kepentingan politik.

"Tapi kemudian istilah itu jadi berbau politik, pindah di ruang kampus masuk ke dalam wacana politik sehingga itu yang menimbulkan kecemasan," katanya.

Bahkan, Rocky Gerung sempat menyinggung Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang menyebut istilah radikalisme dengan bernada ancaman.

"Karena kalau sampai sekarang di kita dengar tuh tadi malam saya lihat Pak Menkopolhukam yang baru mengucapkan kata itu, di dalam intonasi ancaman."

"Kalian begini, kita begini, akhirnya dia sendiri enggak mampu untuk menghasilkan ulang kejernihan pikiran dari kata radikalisme," papar pria asal Manado tersebut.

Akibatnya, radikalisme kini dianggap sesuatu hal yang menakutkan.

Isu radikalisme dianggap oleh Rocky Gerung sengaja digulirkan untuk mencegah politik Islam.

"Kata itu sekarang itu menakutkan, karena diajukan untuk menghalangi pikiran, komunikasi lain, di dalam bahasa yang lebih telanjang, hal itu diarahkan untuk politik Islam," kata dia.

Namun, yang patut disayangkan oleh Roccky Gerung pada pemerintah, yakni tidak pernah menngungkapkan secara gamblang siapa pelaku radikalisme.

"Saya menganggap bahwa siapa yang dituduh kaum radikal itu? Nggak bisa diucapkan, tunjukkan mana yang radikal, itu rahasia intelejen, nah kalau rahasia intelejen lakukan derekalisasi dengan cara intelejen."

"Lalu ya memang kita enggak bisa sebutin, siapa yang radikal tapi kan itu aktivitas di bawah tanah."

"Saya pikir mungkin betul yah aktivitas di bawah tanah itu memang yang dimaksud radikal,

"Radiks artinya akar, akar itu di bawah tanah, jadi kata radikal itu natural justru kan karena di bawah tanah," paparnya.

Meski radiks berarti di bawah tanah, namun secara etimologi radikalisme merupakan upaya untuk menyelesaikan suatu masalah sampai ke akar-akarnya.

"Jadi kita masuk dalam kekacauan itu, padahal kata radikal kembali lagi pada etimologinya, upaya kuat sekuat tenaga untuk mencari persoalan sampai ke akar-akarnya," ungkap laki-laki yang kadang disapa Roger ini. (*)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved