Kisah Brigpol Wahyu Personel Polresta Samarinda, Jalani Misi Perdamaian Sudan, Terima Penghargaan

Kisah Brigpol Wahyu Personel Polresta Samarinda Kalimantan Timur, Jalani Misi Perdamaian Sudan, Terima penghargaan

TribunKaltim.Co/Christoper D
TANDA KEHORMATAN - Personel Polresta Samarinda, Brigpol Wahyu Hartanto memperoleh piagam tanda kehormatan sebagai veteran perdamaian Republik Indonesia, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Personel Polresta Samarinda memperoleh piagam tanda kehormatan sebagai veteran Perdamaian Republik Indonesia.

Tanda kehormatan tersebut diberikan Kementerian Pertahanan RI kepada Brigpol Wahyu Hartanto atas jasanya turut serta dalam menjaga Perdamaian dunia.

Penyerahan tanda kehormatan berupa surat keputusan nomer KEP/789/M/VI/2019 tersebut dilakukan di Kanminvetcad VI/01 Samarinda, Selasa (5/11/2019) oleh Kolonel Roby sebagai Kepala Babinminvetcaddam VI/Mulawarman (Mlw).

Brigpol Wahyu menerima tanda kehormatan tersebut usai dirinya turut serta dalam misi Perdamaian yang tergabung dalam kontingen FPU (FORM POLICE UNIT) satuan penugasan GARBHA II FPU Indonesia 9 di Darfur, Sudan, pada 2017 lalu, sesuai dengan mandat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Kontingen FPU Indonesia merupakan satuan tugas Polri berada di bawah Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, guna melaksanakan peran memelihara Perdamaian dunia dan tugas kemanusiaan.

Kontingen FPU Indonesia bertugas dan memiliki wewenang sesuai mandat UNAMID Police dan UNAMID FPU Duties.

Tugas tersebut diantaranya memelihara keamanan dan ketertiban umum, melindungi personel serta fasilitas PBB, melindungi warga sipil dan mendukung kegiatan operasi kepolisian.

Sebelum ditetapkan namanya sebagai penerima tanda kehormatan, terlebih dahulu dilakukan verifikasi berkas, pengecekan saksi-saksi yang pernah bertugas bersama hingga akhirnya surat keputusan keluar.

Saat menjalani misi Perdamaian, Brigpol Wahyu merupakan personel Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, dan saat ini bertugas di Satreskrim Polresta Samarinda, Kalimantan Timur.

"Secara pribadi sangat bangga bergabung di LVRI, karena disitu tergabung dengan pejuang - pejuang, orang yang pernah berjuang mengharumkan nama Indonesia," ucap pria kelahiran Madiun, 9 Juli 1987 tersebut ke Tribunkaltim.co, Selasa (5/11/2019).

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved