Respon Faldo Maldini dan Rian Ernest Tahu Mahfud MD Pasangan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Respon Faldo Maldini dan Rian Ernest tahu Mahfud MD pasangan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

Respon Faldo Maldini dan Rian Ernest Tahu Mahfud MD Pasangan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024
Kolase Tribun Kaltim
Menkopolhukam Mahfud MD bersama politikus PSI Rian Ernest dan Faldo Maldini 

"Enggah tahu gue, Pak Mahfud MD sama Pak Anies gimana ya siapa yang cocok jadi Presiden?," sambung Faldo Maldini.

Antara ketiga pria tersebut pun tak dapat menjawab teka-teki itu.

Rian Ernest lantas membahas soal jumlah calon Presiden dan calon Wakil Presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"Pasangan presiden jangan 2 pasang lah, capek, 3 sampai 4 pasang lah, capek," ucap Rian.

"Iya, gue setuju," jawab Pandji Pragiwaksono.

Lebih lanjut, Rian Ernest menyinggung tentang ambang batas pencalonan Presiden (Presidential threshold).

 "Indonesia juga beragam, Indonesia terlalu beragam, enggak mungkin cuma bisa 2 pasang doang, 3 atau 4 (pasang) lah, presidential threshold enggak usah ada lah menurut gue mah, ahelah bos," terang Rian Ernest.

Pandji Pragiwaksono lantas mengungkapkan pendapatnya.

"Itu mah president threshold itu diusahakan untuk mempertahankan Pak Jokowi dalam kekuasaan," ucap Pandji Pragiwaksono sambil menyembunyikan wajah di balik bahu Faldo.

"Saya no comment," kata Rian Ernest.

Faldo Maldini pun membenarkan ucapan Pandji.

"Itu Bang Pandji Pragiwaksono akan bertanggungjawab, tapi kan gosipnya memang begitu," ucap Faldo.

Prediksi Rocky Gerung soal Hubungan Prabowo dan Mahfud MD

Pengamat politik, Rocky Gerung mengometari adanya jabatan Menteri Koordinator (Menko) dalam susunan Kabinet Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Sedangkan Menko bertugas untuk mengkoordinasi, menyinkronkan sejumlah keMenterian dalam bidang tertentu.

Dilansir TribunWow.com melalui channel YouTube Rocky Gerung Official, Rocky Gerung menilai bahwa Presiden tidak ingin langsung bertanggung jawab dengan kebijakan Menterinya.

"Itu menandakkan Presiden enggak mau bertanggung jawab langsung kesalahan kebijakan Menterinya karena itu dia kasih buffer itu, kasih bemperlah kalau enggak buat nanti diveto tuh," jelas Rocky Gerung.

Namun, adanya kebijakan tersebut bisa saja disalahgunakan oleh Menterinya.

"Akibatnya nanti si Menteri ini akan, biasa begitu dapat hak yang melampaui kewenangannya dia juga akan menggunakan itu melampaui kepentingan administrasi atau birokrasi dia akan pakai itu menghasilkan politik baru," ungkapnya.

Lantas, Rocky Gerung menyinggung jabatan kini yang dipegang oleh Mahfud MD dan Prabowo Subianto.

Mahfud MD sebagaimana diketahui merupakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM yang baru.

Sedangkan, Prabowo Subianto merupakan Menteri Pertahanan.

Di mana bidang pertahanan masih di bawah tanggung jawab Menteri Politik Hukum dan HAM.

"Bayangkan, kalau Menteri Menkopolhukam memveto Prabowo, pers akan tangkap itu veto teknokratis atau politis karena antara Prabowo dan Mahfud ada sejarah konflik politik dari periode yang lalu," singgung Rocky Gerung.

Sehingga, Rocky Gerung menilai kewenangan Menko bisa memunculkan masalah baru.

"Jadi enggak ada veto administrasi atau veto kebijakan, itu veto politis itu berbahaya karena akan merambat ke mana-mana."

"Jadi isu itu akan digoreng bahwa ada persaingan profil, persaingan arogansi, antara Menteri dan menkonya," ujar Rocky Gerung. (*)

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved