Kamis, 23 April 2026

Ingin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati

ngin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati Mungkin banyak yang belum mengenal Desa Maruat, Kecamatan Long Kali

Tribunkaltim.co, Sarassani
Sejumlah warga Desa Maruat yang menyampaikan ingin bergabung dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Desa Maruat merupakan satu dari belasan desa di Kecamatan Long Kali. 

TRIBUNKALTIM.CO  - Ingin Gabung PPU, Warga Desa Maruat Paser Lobi Istri Bupati

Mungkin banyak yang belum mengenal Desa Maruat, Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser. Desa Maruat yang dipimpin Saparuddin selaku Kepala Desa berada di daerah berbatasan antara Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara, tepatnya berdampingan dengan Desa Rawa Mulia, PPU.

Belakangan, Desa Maruat ramai diperbincangkan karena keinginan warganya yang ingin bergabung dengan Kabupaten PPU.

Bahkan, warga desa tersebut telah membentuk Tim Pemindahan Desa yang diketuai salah seorang tokoh masyarakat Desa Maruart, Musa.

 Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub

 The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama

 Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri

 Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id

Warga Desa Maruat ingin pindah dan bergabung PPU karena merasa pelayanan lebih terasa dekat ke PPU dibanding ke Paser.

Kepada TribunKaltim.co, Ketua Tim Pemindahaan Desa Maruat, Musa menjelaskan, proses pemindahan desa untuk bergabung ke PPU, tim telah melakukan beberapa langkah dan upaya konkrit.

Salah satunya, melakukan pertemuan dengan Bupati Paser yang diwakili istri Bupati Paser.

Kebetukan saat pertemuan, Bupati Paser sedang dalam kondisi sakit.

Dalam pertemuan tersebut, istri Bupati Paser menyambut baik kedatangan tim Pemindahan Desa dan akan menyampaikan pesan ke Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi terkait rencana warga Desa Maruat yang ingin pindah dan bergabung ke PPU.

"Dari bahasanya ibu Bupati nggak ada bahasa larangan sih. Malah dia sempat mengatakan bahwa Desa Maruat memang layak dan butuh penyegaran.  Itu yang paling saya ingat dari bahasan ibu Bupati kepada kami," ujar Musa saat ditemui di kediamannya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan DPRD Paser pada Jumat, (25/10/2019) lalu.

Musa menegaskan dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi menyatakan, bahwa pemindahan tersebut tergantung dari Bupati Paser.

"Kata Ketua DPRD Paser, kalau Pemkab menyetujui, kami oke saja," ungkapnya.

Saat melakukan pertemuan dengan Komisi I DPRD PPU, perwakilan DPRD PPU Rusbani sangat menyambut Desa Maruat jika ingin bergabung. Namun, harus menyelesaikan prosedur di kabupaten induknya terlebih dahulu.

"Kita juga merencanakan ingin melakukan pertemuan dengan Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud. Kami sudah diminta menyurati ketua DPRD Paser untuk melakukan pertemuan dengan DPRD Paser, Bupati dan seluruh SKPD. Suratnya sudah ada, tinggal kita antarkan," jelasnya.

Musa optimistis Desa Maruat bisa pindah dan bergabung ke PPU. Bahkan Musa menganggap desanya sudah 80 persen akan pindah. Tinggal menunggu kesepakatan dan legalitas dari pemerintah.

Musa menambahkan, tidak hanya tingkatan Pemkab Paser dan PPU, langkah yang dilakukan Tim Pemindahan Desa sudah mencapai tingkat Gubernur dan DPRD Provinsi Kaltim.

"Kita juga tembuskan ke DPRD dan Gubernur Kaltim. Kalau sudah selesai di tingkat Pemkab Paser dan PPU, nanti akan pertemukan lagi oleh DPRD Kaltim," bebernya.

Dikemukakan, ada tiga alasan yang membuat warga Desa Maruat ingin pindah ke PPU.

 Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub

 The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama

 Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri

 Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id

Pertama, masalah administrasi kependudukan yang mengharuskan warga mengurus administrasi Tanah Grogot yang jarak tempuhnya mencapai 3-4 jam dengan kondisi jalan cukup rusak.

Sedangkan jika mengurus ke PPU hanya membutuhkan waktu sekitaran dua jam. Bahkan untuk ke Kecamatan Babulu hanya membutuhkan waktu tidak sampai 1 jam.

"Kita di sini ibaratnya selangkah aja sudah sampai di PPU," ucapnya.

Alasan lainnya, layanan kesehatan juga dirasa sulit karena harus ke rumah sakit di Grogot yang memakan waktu berjam-jam dan berpotensi membahayakan nyawa korban.

"Kalau ada orang sakit masa kita mau bawa ke rumah sakit di Grogot. Jalannya sampai tiga jam. Belum lagi kalau dirujuk di sana, kita harus kembali lagi ke Balikpapan dan butuh perjalanan jauh lagi. Coba kalau di PPU, hanya sekitar 1 jam sudah sampai di RSUD-nya," Musa.

Tak hanya itu, di Desa Maruat tidak memiliki SMA, sehingga saat pendaftaran sekolah jalur zonasi bisa lebih dekat jika bergabung PPU, dibanding harus mengikuti jalur zonasi masuk SMA di Long Kali.

Rencana pemindahan Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser ke PPU ternyata bukan baru ini saja mencuat. Sebelumnya rencana Desa Maruat ingin bergabung ke PPU sudah ada sejak 2014 hingga 2016. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa Maruat Saparuddin saat ditemui Tribun Kaltim di Kantor Desa Maruat, Senin (4/11/2019).

Saparuddin mengatakan, wacana pemindahan Desa Maruat bergabung ke PPU bukanlah rencana baru.

Sebelum itu warga juga pernah melakukan upaya pemindahan sekitar 2016 lalu. Saat itu, ia menduga rencana warga ingin bergabung ke PPU akibat kekecewaan warga yang telah dijanjikan untuk dibangunkan jalan yang telah dianggarkan sekitar Rp 14 miliar, namun tidak kunjung terealisasi.

"Kalau saat itu (2016) mungkin kekecewaan warga karena mendapat janji manis mau dibangunkan jalan, tapi tidak jadi," ujarnya kepada Tribun.

Namun lanjut Saparuddin, rencana pemindahan saat ini sesuai laporan dan proposal yang masuk ke Kantor Desa, warga ingin bergabung ke PPU karena permasalahan jauhnya jarak tempuh untuk mengurus administasi.

 Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub

 The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama

 Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri

 Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id

Tambak dan Kebun Sawit

TribunKaltim.co mencoba mendatangi langsung Desa Maruat untuk melihat kondisi dan suasana desa yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Untuk mencapai lokasi Desa Maruat, TribunKaltim.co harus menempuh waktu sekitar dua jam dari pelabuhan kelotok Penajam sampai antor Desa Maruat.

Di perjalanan, mulai pelabuhan kelotok hingga Babulu Darat, kondisi jalan aspal dengan jarak temput sekitar satu jam.

Namun, di persimpangan Gang Ali, Babulu Darat, perjalanan berlanjut selama satu jam sampai di Desa Maruat.
Secara demografis, Desa Maruat dihuni warga majemuk terdiri dari berbagai macam suku, seperti Paser, Bugis, Jawa, Madura, dan Banjar.

Kades Desa Maruat Saparuddin kepada Tribun Kaltim, Minggu (3/11) kemarin mengatakan, Desa Maruat berdiri sejak 2007 yang merupakan pemekaran dari Desa Muara Talake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. "Ini bagian pemekaran dari Desa Muara Talake, tepatnya berdiri 6 November 2019. Nggak lama desa ini berulang tahun ke-12," ujarnya.

Saparuddin mengatakan, Desa Maruat memiliki penduduk 996 jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.400 hektare.

Desa Maruat juga memiliki tiga sektor sumber daya alam (SDA) unggulan yakni pertanian dengan luas 400 hektar, perkebunan kelapa maupun sawit 450 hektare, serta pertambakan udang, ikan bandeng dan rumput laut seluas 550 hektar. "Itu juga yang menjadi mata pencarian warga di sini," ungkapnya.

 Ibu Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci karena Kesal sang Kekasih Menghilang, Pelaku ART Mantan Wagub

 The Guardian Sebut Jokowi - Maruf Amin Bawa Indonesia Mundur, Semula Dijagokan Seperti Obama

 Dibalik Kisah Viral Layangan Putus, Ternyata Ini Penyebab Banyak Wanita Tertarik Pria Beristri

 Lulusan SMA Hampir Rp6juta, Berikut Daftar Gaji CPNS 2019 Baru, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id

Lanjut dia, Desa Maruat hanya memiliki lima RT. Untuk fasilitas publik, di Desa Maruat sudah ada sekolah dasar (SD), SMP dan TK. "Kita juga punya satu Puskesmas Pembantu (Pusban) Desa, posyandu dan perpustakaan desa," terangnya.

Saparuddin menambahkan, bidang usaha menengah, warga Desa Maruat memiliki usaha pembuatan minyak goreng kelapa, kerajinan batok kelapa, gula semut dan gula jengkol dari kelapa, serta pembuatan kecap. (m05/aas)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved