Kekurangan Dokter Spesialis, Dinas Kesehatan Kaltim Kunjungi Daerah Terpencil Setahun Sekali

kekurangan dokter spesialis, Dinas Kesehatan Kaltim kunjungi daerah terpencil setahun sekali

Kekurangan Dokter Spesialis, Dinas Kesehatan Kaltim Kunjungi Daerah Terpencil  Setahun Sekali
TribunKaltim.Co/HO
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Timur Andi M Ishak

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN-kekurangan dokter spesialis, Dinas Kesehatan Kaltim kunjungi daerah terpencil setahun sekali

Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencoret kebijakan Presiden Joko Widodo menyebar para dokter spesialis hingga ke penjuru nusantara,

turut berdampak pada pelayanan Kesehatan yang dilakukan di daerah khususnya pelayanan di rumah sakit.

Putusan MA ini berdampak pada pelayanan di sektor Kesehatan khususnya di rumah sakit yang ada di daerah terpencil.

Tidak terkecuali Kalimantan Timur, juga masih kekurangan dokter spesialis yang bersedia ditempatkan di daerah terpencil tersebut.

IDI Berau: Jangankan Dokter Spesialis, Dokter Umum Saja Tidak Mau Ditempatkan di Daerah Terpencil

Inilah Tantangan Layanan Pengiriman Dokter Spesialis ke Pedalaman Kaltara Era Presiden Jokowi

Warga Tau Lumbis di Perbatasan Kaltara Dilayani 3 Dokter Spesialis

CPNS 2019 Kemenkes Buka 2.205 Formasi, Perawat Ahli Pertama dan Dokter Spesialis Terbanyak

Saat dihubungi Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Timur, Andi M Ishak mengatakan,

dari 10 kabupaten/kota hanya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) saja yang tidak memiliki dokter spesialis sama sekali.

"Kalau daerah terpencil hanya Mahulu. Di Mahulu untuk saat ini juga baru memiliki 2 rumah sakit tipe D Pratama, yang kondisinya sendiri saat ini tidak memiliki dokter spesialis," ujar Andi.

Andi menambahkan, sebelumnya telah ada dokter spesialis penempatan melalui program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), namun telah berakhir karena hanya 1 tahun pengabdian.

Ketiadaan dokter spesialis dasar inilah yang menjadi penyebab RS tipe D Pratama belum bisa ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D.

Halaman
123
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved