Dedi Mulyadi Lihat Pakaian Sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung Seragam ASN Semi Militeristik

Dedi Mulyadi Lihat pakaian sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung seragam ASN semi militeristik tidak tunjukan khas nusantara akan tetapi Belanda.

Dedi Mulyadi Lihat Pakaian Sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung Seragam ASN Semi Militeristik
Kolase Tribunkaltim.co/TribunWow/Kompas.com
Dedi Mulyadi Lihat pakaian sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung seragam ASN semi militeristik tidak tunjukan khas nusantara akan tetapi Belanda. 

TRIBUNKALTIM.CO, BANDUNG - Dedi Mulyadi Lihat pakaian sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung seragam ASN semi militeristik

Tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai gaya pakaian di kalangan PNS yang belakangan ini ramai dibahas. 

Sejak ada wacana rencana pakaian celana cingkrang dilarang, muncul opini dari Dedi Mulyadi, yang merupakan bekas Bupati Purwakarta, Jawa Barat

Baju seragam aparat sipil negara ( ASN ) dianggap sudah tak layak dipertahankan.

Adalah anggota DPR RI yang juga tokoh budaya Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi

Serta Menteri Agama mengubah aturan pakaian ASN alias PNS disesuaikan dengan basis budaya nusantara.

Nah, Dedi Mulyadi melihat selama ini ketentuan tentang pakaian ASN dan pejabat DPR hingga DPRD merupakan warisan kolonial Belanda.

Misalnya, kata Dedi, pakaian seragam harian (PSH) ASN tangan pendek yang berbahan wol atau biasa disebut jas tongki adalah pakaian yang biasa digunakan orang Belanda untuk berburu.

Namun di Indonesia, pakaian ini dijadikan seragam formal untuk bekerja harian.

"Itu pakaian gaya Belanda yang biasa dipakai untuk berburu," kata dedi kepada Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved