Dedi Mulyadi Lihat Pakaian Sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung Seragam ASN Semi Militeristik

Dedi Mulyadi Lihat pakaian sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung seragam ASN semi militeristik tidak tunjukan khas nusantara akan tetapi Belanda.

Dedi Mulyadi Lihat Pakaian Sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung Seragam ASN Semi Militeristik
Kolase Tribunkaltim.co/TribunWow/Kompas.com
Dedi Mulyadi Lihat pakaian sarung Wakil Presiden Maruf Amin, Singgung seragam ASN semi militeristik tidak tunjukan khas nusantara akan tetapi Belanda. 

Selain warisan kolonial Belanda, lanjut Dedi, pakaian seperti itu tidak cocok untuk lingkungan Indonesia.

Menurut dedi, pakaian berbahan wol cocok di daerah dingin.

Namun di Indonesia, tidak semua daerah bersuhu dingin.

Bahkan ada yang suhunya mencapai 36 derajat celcius, terutama saat musim kemarau.

"Suhu Indonesia itu cocoknya menggunakan pakaian dari sutera. Bahan baku sutera itu masuk alam Indonesia," kata dedi.

Selain seragam ASN, gaya Barat juga terlihat dalam pakaian untuk anggota legislatif, terutama pakaian sipil lengkap (PSL) untuk acara resmi atau pengambilan keputusan.

Pakain PSL ini adalah baju jas dengan dasi.

Menurut Dedi, selain ala kebarat-baratan, penggunaan PSL ini juga akan berdampak pada lingkungan.

Ketika anggota legislatif menggunakan PSL, maka suhu di ruangan harus benar-benar dingin, karena pakaian model itu membuat orang gerah.

"Agar suhu dingin, maka harus menggunakan AC dengan PK tinggi dan itu akan merusak lapisan ozon," kata Dedi.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved