Ibu Kota Baru

Konsep Pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kaltim, Wajib Lindungi Mangrove dan Satwa Teluk Balikpapan

Konsep pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kaltim, Wajib Lindungi mangrove dan satwa Teluk Balikpapan Kalimantan Timur

Konsep Pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kaltim, Wajib Lindungi Mangrove dan Satwa Teluk Balikpapan
TribunKaltim.Co/HO Humas PPU
Konsep pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kaltim, Wajib Lindungi mangrove dan satwa Teluk Balikpapan Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Konsep pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kaltim, Wajib Lindungi mangrove dan satwa Teluk Balikpapan Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur telah ditetapkan menjadi Ibu Kota Negara baru Republik Indonesia menggantikan DKI Jakarta, tepatnya Ibu Kota Negara akan dibangun di 2 wilayah kabupaten kota, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dampak rencana pemindahan tersebut salah satunya adalah meningkatnya tekanan terhadap eksistensi lingkungan hidup di wilayah Teluk Balikpapan yang kini semakin terancam.

Demikian disampaikan oleh Pengkampanye Forest Watch Indonesia Anggi Putra Prayoga kepada Tribunkaltim.co melalui press rilis yang dikirim via WhatsApp pada Jumat (8/9/2019) sore.  

Nah, Teluk Balikpapan merupakan titik sentral lingkungan bagi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, yang letaknya tepat di tengah-tengah mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kukar, dan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Indonesia merupakan rumah terbesar bagi ekosistem mangrove di dunia, dan Teluk Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu refresentasi dari ekosistem mangrove di Indonesia.

Tersisa sekitar 16 ribu hektare mangrove pada tahun 2018 di Teluk Balikpapan, dan jika dibandingkan dengan data tahun 1995 telah kehilangan sekitar 700 hektare.

Gencarnya pembangunan industri berkontribusi besar terhadap pengrusakan mangrove selama lebih dari 2 dekade terakhir.

Dalam Perda RTRW Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016 bahkan merencanakan untuk merusak hampir keseluruhan ekosistem mangrove di Teluk Balikpapan.

Salah satu konversi yang direncanakan adalah dengan perluasan kawasan industri, kawasan kehutanan, dan perkebunan.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved