Upah Guru Honorer Samarinda Hanya Rp 700 Ribu Per Bulan, Anggota DPR Ini Upayakan Gaji UMK

Ini upah guru honorer Samarinda Hanya Rp 700 Ribu Per Bulan, anggota DPR Ini upayakan gaji UMK di Samarinda Kalimantan Timur.

Upah Guru Honorer Samarinda Hanya Rp 700 Ribu Per Bulan, Anggota DPR Ini Upayakan Gaji UMK
TribunKaltim.Co/Cahyo W Putro
Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI. Ini upah guru honorer Samarinda Hanya Rp 700 Ribu Per Bulan, anggota DPR Ini upayakan gaji UMK di Samarinda Kalimantan Timur. 

“Tapi saya di kasitau kenapa baru laporan, ini kan sudah terlambat , padahal saya urusnya dari tanggal 3 November ke LPMP, kami dikasitau itu urusannya dinas,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan mereka yang mengurus PPG agar bisa berkompetensi dan gajinya bisa setara dengan guru honorer didaerah lain.

“Tunjangan kita ini hanya 700ribu tiap bulan, kami berharap minimal soal kesejahteraan dulu bisa dipikirkan, mau urus kompetensi aja sudah banyak terganjal, harapannya sih 2020 bisa disesuaikan dengan UMK,” kata Makkullau.

Dirinya menyebut mestinya para tenaga honor yang sudah belasan tahun mengabdi ini diperhatikan walikota Samarinda.

"Pak Walikota aja sudah dua periode, masa gak ada perhatian untuk honorer,” tuturnya.

Sementara itu, untuk menanggapi persoalan ini, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang resmi dilantik menjadi Anggota DPR-RI beberapa waktu lalu ini mengatakan, hal ini perlu adanya pendataan disetiap daerah, berapa jumlah Guru Honorer yang ada. Agar pemerintah dapat memikirkan hal yang sifatnya seperti ini.

"Ini perlulah adanya kesigapan, untuk melakukan pendataan jumlah Guru Honorer di Samarinda. Tetapi memang kalau untuk pengangkatan, kita akan melihat total keuangan negara, dan berapa alokasi yang akan diberikan. Dan sebenarnya kita juga masih kekurangan akte PNS aktif, yang diprioritaskan," paparnya.

Adapun persoalan ini, disebutkannya sebenarnya menjadi perhatian pemerintah, apalagi sampai ada Guru Honorer, yang terus mengabdi selama 25 tahun, dan masih belum adanya pengangkatan. 

"Kalau sampai ada yang 25 tahun mengabdi tapi belum ada pengangkatan, ini jadi perhatian kita. Nanti saya minta data 200 honorer itu  dan akan saya laporkan ke Dirgen Pendidikan Nasional, agar ini dapat cepat ditangani.

Apalagi kita sudah ada Zonasi Guru kan, cuman yang disayangkan, karena mereka hanya menerima upah dari dana BOS, jadi upahnya sangat kecil sekali Rp. 700 ribu saja.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved