Breaking News:

Forum Manajemen Indonesia

Ketua Umum FMI Pusat Sebut Belum Banyak Industri Mau Berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Tidak banyak industri yang mau berkolaborasi dengan dunia pendidikan karena selama ini tidak ada insentif, mereka direpoti dan lainnya.

Tribun Kaltim/HO
Forum Manajemen Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional, Call for Papers & Pengabdian Masyarakat di Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kalangan industri yang mau berkolaborasi dengan perguruan tinggi, ternyata belum banyak. Juga memang benar, masyarakat Indonesia punya banyak gelar namun minim skill. "Ini menjadi problem terbesar kami karena sejak dulu kami belum bisa melibatkan industri. Kalau berbicara tentang indomen fund dana abadi perguruan tinggi, itu suporternya adalah industri. Industri mendapat insentif untuk itu dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menerbitkan penelitian-penelitian yang aplikatif," ungkap Ketua Umum FMI Pusat, DR Sri Gunawan di sela Seminar Nasional, Call for Papers & Pengabdian Masyarakat di Samarinda, Rabu (6/11/2019).

Ketika industri masuk ke dunia pendidikan maka link & match bisa berjalan. Sayangnya tidak banyak industri yang mau berkolaborasi dengan dunia pendidikan karena selama ini tidak ada insentif, mereka direpoti dan lainnya.

Sejauh ini, jelas Sri Gunawan, yang baru muncul yakni keharusan dari Meneg BUMN yang mengharuskan perusahaan BUMN menjadi tempat magang mahasiswa. "Dulu, perguruan tinggi cari tempat magang saja sulit. Sekarang banyak perusahaan BUMN datang ke perguruan tinggi. Namun proses magangnya sebatas formalitas," tambahnya.

Apa perjuangan selanjutnya dari FMI? Menurut Sri Gunawan, saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan AMA (Asosiasi Manajer Indonesia). Mereka berkolaborasi dalam konteks belajar bersama, penelitian bersama, ketika melakukan acara melibatkan perguruan tinggi.

"Ini kerjasama multidisiplin. AMA merupakan organisasi besar yang terpusat di Jakarta dan punya cabang di daerah-daerah. Selain itu, perlahan-lahan kami juga menjajaki kerjasama dengan organisasi-organisasi yang fokusnya sebagai praktisi," tambahnya.

Terkait tema seminar nasional "Making Indonesia 4.0 Green Business Management & Social Enterpreise," menurutnya tema ini dipilih karena era digitalisasi akan merambah semua aspek kehidupan dan pola kerja. Selain itu, berfokus juga pada aspek yang berdampaknya terhadap kelangsungan bisnis.

"Salah satu problem besar yakni apa yang dilakukan selama ini lebih banyak merusak dibanding melestarikan. Jadi bagaimana harus menggunakan konsep ekonomi hijau dengan bantuan teknologi secara berkolaborasi. Kami angkat tema ini, paling tidak semua menjadi aware terutama di kalangan akademisi untuk lebih mengarah ke sana sehingga mendorong bisnis-bisnis yang ramah lingkungan," beber Sri Gunawan yang juga dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved