Forum Manajemen Indonesia

Masyarakat Indonesia Minim Keahlian, Kaltim dan 9 Provinsi Lain Pilot Project Pendidikan Vokasi

Kami sudah melakukan ToT dan perbaikan kurikulum, nanti akan menjadi contoh ke seluruh Indonesia. Kaltim salah satu pilot project yang kami pilih.

Masyarakat Indonesia Minim Keahlian, Kaltim dan 9 Provinsi Lain Pilot Project Pendidikan Vokasi
Tribun Kaltim/HO
Panitia menyerahkan sertifikat kepada para pembicara di Forum Manajemen Indonesia (FMI) ke-11 Seminar Nasional, Call for Papers & Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di grand ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan satu dari 10 daerah yang menjadi pilot project  Pendidikan Vokasi di Indonesia.

 Sepuluh provinsi yang dijadikan pilot project  Pendidikan Vokasi yakni Sumatera Utara, Riau, Kepri, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali.

 Ini dikemukakan Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yulius Ibnoe PhD kepada Tribunkaltim.co, usai menjadi pembicara di Forum Manajemen Indonesia (FMI) ke-11  Seminar Nasional, Call for Papers & Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan di grand ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (6/11/2019).

 Yulius mengupas detail tentang Kebijakan Pengembangan Vokasi Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi Era Industri 4.0. “Kami sudah melakukan pilot  project dengan beberapa SMK dan ada beberapa jurusan, dan sudah melakukan ToT dan perbaikan kurikulum, nanti akan menjadi contoh ke seluruh Indonesia. Kaltim salah satu pilot  project yang kami pilih,” ungkap Yulius.

 Menurutnya, kompetensi yang dipilih  merupakan saran-saran dari gubernur. “Jadi bukan kami yang menentukan. Kami melakukan kebijakan berdasarkan apa maunya atau kebutuhan daerah. Setahun dua tahun sudah bisa terwujud,” tambahnya.

 Mengapa harus vokasi? Menurut Yulius, keahlian SDM di Indonesia sangat terbatas. “Selama ini masyarakat hanya gila gelar. Namun ahlinya tidak ada. Makanya kami mendorong masyarakat untuk memiliki keahlian yang mumpuni. Sekarang jika melamar ke perusahaan, yang dicari adalah skill-nya,” tegas Yulius.

Kebutuhan SDM di era industri 4.0 dan ekonomi digital yakni pengetahuan, teknologi dan soft skill.  Sementara permasalahan SDM di Indonesia saat ini, yakni 60 persen angkatan kerja Indonesia berpendidikan SMP ke bawah dan rentan terhadap otomatisasi. Selain itu, 50 persen terjadi mismatch keahlian pendidikan vokasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk menyiapkan kebutuhan kompetensi SDM di era industri 4.0 dan ekonomi digital, telah ditetapkan strategi perbaikan pendidikan dan pelatihan vokasi yang difokuskan melalui tiga lembaga vokasi, terutama untuk mendukung sektor prioritas pemerintah. Tiga lembaga vokasi yang dimaksud yakni SMK (dikoordinasikan Kemdikbud), Politeknik (dikoordinasikan Kemenristekdikti), dan BLK atau lembaga kursus (dikoordinasikan Kemnaker dan Kemdikbud).   Sementara sektor prioritas pemerintah yakni manufaktur, agribisnis, kesehatan, pariwisata, ekonomi digital dan pekerja migran.

Mengenai standar kompetensi dan sertifikasi, beber Yulius, terdapat 753 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN) pada 17 sektor dan 1.528 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dengan 28.187 orang asesor. Khusus di Kalimantan Timur, terdapat 13 LSP dengan 564 orang asesor.

Kebijakan lain yang telah dilakukan, yakni pemerintah merevisi PP 94/2010 menjadi PP 45/2019 untuk mendorong peran industri lebih besar dalam kegiatan dan pelatihan vokasi di Indonesia. “Pemerintah memberi insentif fiskal untuk mendorong daya saing superdeduction 200 persen untuk vokasi,” tambah Yulius.

Untuk diketahui, selain Yulius Ibnoe, seminar nasional ini menghadirkan antara lain Deddy Risnanto Vice Corporate Secretary Kompas TV, Marsekal Muda TNI Dr Sungkono Deputi Pengembangan Dewan Ketahanan Nasional, dan Ranggaswara Prasetya  CEO Uphike Digital dan Senior Product Bukalapak.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved