Gara-gara Partai Gerindra Ajukan Empat Nama Calon Pendamping Anies, PKS Nilai Melanggar Etika

Gara-gara Partai Gerindra Ajukan Empat Nama Calon Pendamping Anies, PKS Nilai Melanggar Etika

Gara-gara Partai Gerindra Ajukan Empat Nama Calon Pendamping Anies, PKS Nilai Melanggar Etika
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad 

TRIBUNKALTIM.CO-gara-gara Partai Gerindra ajukan empat nama calon pendamping Anies, PKS nilai melanggar Etika

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mulai saling sindir terkait posisi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang sampai sekarang belum ada keputusan pasca ditinggalkan Sandiaga Uno

Bahkan PKS menuduh Partai Gerindra tak memiliki etika karena telah mengajukan nama untuk posisi calon pendamping Anies Baswedan.

Sebagaimana diketahui, PKS sudah mengusulkan dua nama Wakil Gubernur DKI, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Kursi Wagub DKI Diserobot Gerindra, Imbas Sindiran Jokowi Soal Pelukan Surya Paloh dan Sohibul Iman?

Ditelikung Gerindra Prabowo Subianto di Kursi Wagub DKI Jakarta, Ini Respon PKS Anggota Sohibul Iman

Sandiaga Uno Tolak Jadi Wagub DKI Jakarta Lagi, Dampingi Anies Baswedan, Ini Alasannya pada Prabowo

Sementara itu, Partai Gerindra juga telah mengajukan empat nama yakni, Arnes Lukman, Ferry J Yuliantoro, Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tidak terima partainya dituduh tidak memiliki etika terkait polemik calon wakil gubernur DKI Jakarta.

"Tidak ada niat kami untuk tidak beretika sebagaimana dituduhkan oleh pihak-pihak yang tidak mengetahui permasalahan sebenarnya," ujar Sufmi Dasco Ahmad ketika dikonfirmasi, Minggu (10/11/2019) seperti dilansir Tribunnews.Com.

Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan awal mula Partai Gerindra mengajukan empat nama calon wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Untuk diketahui empat nama calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diajukan Gerindra di antaranya Arnes Lukman, Ferry J Yuliantoro, Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Dia menjelaskan, permasalahan berawal saat PKS mengirimkan surat kepada Gerindra untuk mengubah nama calon yang telah diusung ke DPRD DKI.

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved