Kamis, 7 Mei 2026

Literasi

Lulusan ITB Ini jadi Penyortir dan Merapikan Buku di Big Bad Wolf Balikpapan, Ini yang Dirasakannya

Sosok lulusan ITB Ini jadi penyortir dan merapikan buku di Big Bad Wolf Balikpapan Kalimantan Timur, Ini yang dirasakannya

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Annisa Rhamadani
Sosok lulusan ITB Ini jadi penyortir dan merapikan buku di Big Bad Wolf Balikpapan Kalimantan Timur, Ini yang dirasakannya 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sosok lulusan ITB Ini jadi penyortir dan merapikan buku di Big Bad Wolf Balikpapan Kalimantan Timur, Ini yang dirasakannya.

Penyelenggaraan bazar buku terbesar di dunia Big Bad Wolf telah usai di Balikpapan pada (10/11/2019) lalu.

Bertempat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Big Bad Wolf (BBW) berhasil menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung setiap harinya.

Kesuksesan terselenggaranya bazar buku tersebut tentu tak terlepas dari peran berbagai pihak.

Tak kalah penting, yaitu peran dari para kru. Ditemui di BSCC, salah satu kru BBW bernama Dini Safira (23) membagi cerita tentang suka dan duka selama menjadi kru di BBW Balikpapan.

Awalnya, aku memang udah mantengin Instagram BBW Indonesia. Terus tiba-tiba diumumin kalo bakal ada di Balikpapan. Dari situ, aku udah excited tuh.

Niat awalnya, aku mau open jastip. Eh, ada open recruitment jadi kru, ya udah aku coba. Wawancaranya cepet banget, terus ngebatin kayaknya aku gagal. Ya udahlah, buka jastip aja.

Ternyata pas diumumin, aku kaget kalo keterima.

Dan kalo jadi kru kan nggak boleh buka jastip, jadilah aku kru di sini,’ kisah Dini.

Wanita lulusan Institut Teknologi Bandung atau ITB tersebut menjelaskan tugasnya sebagai kru di bagian floor Big Bad Wolf.

Yaitu menyusun, menyortir, dan merapikan buku-buku yang berantakan untuk dikembalikan sesuai kategorinya.

‘Kalo dari kuota (kru), yang pagi ada 69 orang kru dan yang malam ada 60 orang kru. Jadi, shift pagi dan malam. Kan BBW buka 16 jam, jadi masing-masing (shift) 8 jam,’ ujar Dini.

Ia pun juga membagikan cerita terkait persiapan sebelum akhirnya Big Bad Wolf siap dipadati oleh pengunjung.

‘Pertam, kami disuruh kumpul. Briefing sedikit, pembukaan dan perkenalan. Ini (venue) dari hall yang kosong yang cuma ada karpet, kami mulai bongkar kontainer dan naruh rak di meja.

Nah, di meja besi itu kami buka lalu kami tempelin kain hitam.

Terus membuka gaylord (kardus besar) dan kami bongkar untuk ngeluarin bukunya ke meja sesuai kategori.

Preparation kan 2 hari, tapi kenyataannya pada Preview Day, (kami) masih pada buka (kardus).

Kurang lebih, 5 harilah, kayak nambah-nambahin (buku) aja sih,’ terang Dini.

Meski sebelumnya belum pernah berkunjung ke BBW, Dini mengaku senang menjadi salah satu bagian dari rangkaian tur bazar buku Big Bad Wolf tersebut.

Sejumlah pengalaman bersama pengunjung pun telah dirasakan Dini. Baik kesal maupun lucu.

‘Kalo pengalaman lucu, jadi pernah ada 2 anak bersaudara gitu tiba-tiba datang ke Customer Service. Dia minta tolong untuk mencarikan Abinya. Itu kejadiannya pas hujan badai, sempat mati listrik.

Mereka terpisah, gelap, kami mau pakai speaker juga nggak bisa kan. Terus ada temen yang teriak, tapi mungkin nggak kedengeran karena (teriak) dari ujung kan.

Lalu, diangkatlah si anak ke ujung tribun dan digendong satpam. Akhirnya, ketemu,’ ujarnya sambil tertawa.

Dini berharap, Big Bad Wolf akan tetap terselenggara di tahun depan, khususnya di kota Balikpapan dengan venue yang lebih luas.

‘Dome ini jauh lebih kecil daripada (venue BBW) di kota lain,’ pungkas Dini.

Berita sebelumnya, di Balikpapan, Kalimantan Timur

Event Big Bad Wolf bawa 1 juta buku di Balikpapan, penjualanan buku berbahasa Inggris paling laris

Perhelatan bazar buku Big Bad Wolf di Balikpapan telah memasuki hari terakhir pada Minggu (10/11/2019).

Berbeda dengan bazar buku pada umumnya, Big Bad Wolf memamerkan buku Internasional dengan porsi yang lebih besar.

Pembagian buku di Big Bad Wolf terdiri dari 80 persen buku internasional dan 20 persen buku berbahasa Indonesia.

Presiden Direktur Bazar Buku Big Bad Wolf Indonesia, Uli Silalahi, menuturkan penjualanan buku berbahasa Inggris dinilai sangat bagus.

Hal itu dibuktikan dengan penjualanan buku anak-anak yang stoknya lebih cepat habis.

Harga yang murah dan variasi buku yang beragam dinilai menjadi faktor utama mulusnya penjualanan buku-buku di bazar buku terbesar di dunia tersebut.

Meski baru hadir pertama kali di Balikpapan, lantas tak menyurutkan antusiasme masyarakat Balikpapan dan sekitarnya untuk datang dan membaca buku.

Setiap hari, BSCC selalu dipenuhi oleh pelajar, mahasiswa, dan orang tua yang memenuhi area stan-stan buku.

Uli Silalahi mengatakan, untuk menyelenggarakan Big Bad Wolf di Balikpapan, ia membawa sebanyak satu juta buku yang dikirim langsung dari Pulau Jawa.

Balikpapan menjadi kota ke-6 sekaligus kota satu-satunya di Kalimantan yang disambangi oleh bazar buku dengan ikon Serigala tersebut.

"Bukunya udah murah-murah banget, tempatnya juga bagus," komentar salah satu pengunjung seorang ibu.

Sebelumnya, Big Bad Wolf telah hadir di lima kota dan akan ditutup di Makassar sebagai perwakilan kota ke-7, sekaligus menutup rangkaian tur bazar buku itu di tahun ini.

Ini Alasan Banyak Buku Internasional

Big Bad Wolf hadirkan lebih banyak buku Internasional, berikut alasannya! 

Bazar buku Big Bad Wolf  atau BBW telah memasuki hari ke-7 pada Kamis (7/11/2019).

Bertempat di BSCC  Balikpapan menjadi kota ke-6 sekaligus yang pertama di Pulau Kalimantan.

Porsi buku yang dihadirkan di bazar buku tersebut terdiri dari 80 persen buku internasional dan 20 persen buku Indonesia. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.

Presiden Direktur Bazar Buku Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi mengatakan, BBW datang dengan misi untuk meningkatkan minat baca buku masyarakat Indonesia. Tak terkecuali, membaca buku-buku berbahasa Inggris.

Uli Silalahi menjelaskan, dalam menghadapi tantangan global, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu yang patut menjadi perhatian.

Dengan mengenalkan buku berbahasa Inggris sedari dini kepada anak-anak,Uli Silalahi berharap anak-anak Indonesia bisa lebih siap dalam menjawab perkembangan zaman.

Mengapa anak-anak? kemampuan berbahasa tentu tidak akan dikuasai tanpa adanya pembiasaan sedari dini.

Untuk itulah, salah satu cara dapat dilakukan lewat pendekatan melalui buku.

"Karena bahasa Inggris “is a must”, dan concern dari pada di adakannya Big Bad Wolf adalah mencerdaskan bangsa. Kita sekarang ini, mau tidak mau, harus bisa berbahasa Inggris.

Untuk itu, Big Bad Wolf menyediakan fasilitas untuk memperoleh buku-buku berbahasa inggris dari mulai anak-anak hingga dewasa. Ini adalah bagian dari mencerdaskan bangsa juga," terang Uli Silalahi.

Dalam setiap tahun perhelatannya, Big Bad Wolf rutin memberikan diskon besar-besaran kepada pengunjung.

Tahun ini misalnya, BBW memberi kejutan diskon sebesar 60 hingga 80 persen untuk semua kategori buku.

Belum lagi berbagai diskon dan promo tambahan yang ditawarkan selama bazar buku tersebut berlangsung.

Seperti menyediakan stan Super Obral, Beli 2 Gratis 1, diskon khusus pelajar dan mahasiswa, serta berbagai promo menarik lainnya.

Masyarakat Balikpapan masih bisa mendapatkan buku-buku berkualitas dengan harga murah sampai tanggal 10 November mendatang, dari pukul 08.00-24.00 Wita.

Sementara itu, Big Bad Wolf masuki sepekan pameran di Balikpapan, buku resep tak kalah jadi incaran!

Bazar buku Big Bad Wolf memasuki sepekan hadir serta menyapa masyarakat Balikpapan dan sekitarnya di BSCC, dari pukul 08.00-24.00 WITA.

Memasuki hari ke-7 pada Kamis (7/11/2019) ini, sejumlah kategori buku dilaporkan telah mendapatkan penambahan stok.

Sebut saja kategori Cookery yang dinominasi oleh berbagai buku resep.

BACA JUGA

Setelah Layangan Putus Viral, Mommi Asf Rilis Cerita Baru di Facebook: Pertolongan Allah Itu Nyata

Ramalan Zodiak Cinta Kamis 7 November 2019: Leo Setia & Tanggung Jawab, Gemini Ragu dengan Hubungan

Anies Baswedan Dikomentari Yunarto Wijaya, Sebut Nama Ki Joko Bodo, PSI Beber Anggaran Lem Aibon

Kabar Buruk Kader PSI William Aditya Sarana, Terancam Dipecat Karena Beri Citra Buruk Anies Baswedan

Pilihan buku juga tersedia beragam, dari mulai memasak makanan ringan hingga makanan berat.

Presiden Direktur Bazar Buku Big Bad Wolf menuturkan, harga buku di stan kategori Cookery merupakan harga normal yang juga sudah diberikan diskon habis-habisan sebesar 60 hingga 80 persen.

Bahkan, untuk beberapa buku, pengunjung bisa mengecek sendiri harga normal yang tertera di belakang sampul buku.

Ada pula beberapa judul buku Cookery di stan Super Obral yang dibanderol mulai harga Rp.10.000 saja.

‘Kadang-kadang, orang masih menanyakan apakah buku di sini udah diskon atau belum.

Karena masih kelihatan mahal.

Padahal, kami nggak menaruh harga (asli) sebelum diskon.

Sedangkan, harga di stan Super Obral itu adalah harga ( diskon ) BBW yang kami diskon lagi, lalu menjadi stok di (stan) Super Obral,’ terang Uli Silalahi.

Big Bad Wolf Masuki Hari Sepekan, Buku Resep Tak Kalah Jadi Incaran!
Big Bad Wolf Masuki Hari Sepekan, Buku Resep Tak Kalah Jadi Incaran! (TRIBUNKALTIM.CO/ ANNISA NURSUCI)

Lebih lanjut, Uli Silalahi juga menjelaskan harga yang tertera pada buku merupakan harga final yang sudah mendapatkan diskon.

Dalam artian, tidak ada harga coret yang dicantumkan. Jadi, pengunjung tidak perlu khawatir apakah buku yang dibeli sudah didiskon atau belum.

Bagi masyarakat yang belum sempat datang ke bazar buku terbesar di dunia tersebut, tidak perlu khawatir kehabisan buku.

Karena Big Bad Wolf masih akan terselenggara hingga 10 November mendatang dan stok buku selalu diperbarui setiap harinya.

(Tribunkaltim.co)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved