Forum Manajemen Indonesia

FMI ke-11 Diakhiri dengan Pengabdian pada Masyarakat di Tenggarong dan Samarinda

MI-11 tahun ini harus dapat menjadi tonggak sejarah dari bangkitnya kekuatan industri ekonomi digital nasional melalui fokus riset.

FMI ke-11 Diakhiri dengan Pengabdian pada Masyarakat di Tenggarong dan Samarinda
Tribun Kaltim/HO
Ketua Panitia FMI-11 Samarinda, DR Rahmawati Thaha SE MM (paling kiri), mendampingi Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dan pejabat lainnya saat seminar nasional FMI di Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah (Korwil) Kaltim-Kaltara, baru saja menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Manajemen Indonesia (FMI) - 11 di Samarinda pada 6-7 November 2019 lalu.

"Kegiatan ilmiah ini merupakan rangkaian dari acara sebelumnya FMI ke-10 di Palembang, dengan Korwil Sumatera Selatan pada November 2018. Terimakasih kepada pengurus Korwil FMI Kaltim dan Kaltara serta konsorsium Perguruan Tinggi di wilayah Kalimantan yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini," ungkap Ketua Panitia FMI-11 Samarinda, DR Rahmawati Thaha SE MM.

Menurut DR Rahmawati yang juga Ketua FMI Korwil Kaltim-Kaltara, perkembangan industri ekonomi digital yang kian pesat menuntut Indonesia untuk mampu bersaing dalam menghadapi era industri 4.0. Ia menyebut, kekuatan komunitas merupakan kunci dari suksesnya industri ekonomi digital, Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, merupakan potensi besar baik bagi pasar domestik maupun pasar internasional.

Melihat potensi tersebut, lanjutnya, perhelatan FMI-11 tahun ini harus dapat menjadi tonggak sejarah dari bangkitnya kekuatan industri ekonomi digital nasional melalui fokus riset yang diarahkan pada industri 4.0.

FMI-11 Samarinda diikuti peserta dari 117 institusi yang terdiri dari 115 perguruan tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, dan peserta umum yang datang dari seluruh Indonesia sebanyak 43 kota. "Terbanyak dari Yogyakarta, kemudian Jakarta, dan Samarinda," tambahnya.

Kegiatan FMI-11 Samarinda dimulai dengan seminar nasional dengan tema "Making Indonesia 4.0:Green Business Management and Social Enterprise," diikuti sebanyak 469 peserta dari 600 paper yang submit.

Selanjutnya, dilaksanakan parallel sessions call for paper yang terdiri dari 465 presenter dengan tujuh topik, yakni Kewirausahaan dan inovasi bisnis (38), Manajemen keuangan (114), Manajemen pemasaran (126), Manajemen rantai pasok (12), Manajemen strategi (32), Manajemen sumber daya manusia (97) dan Teknologi informasi (7). Terakhir, ditutup dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan di Kota Tenggarong dan Samarinda dengan 319 peserta.

DR Rahmawati juga menyampaikan apresiasi atas kerjasama dari beberapa perguruan tinggi sebagai Co-Host yakni STIE Bulungan, Universitas Terbuka, UMKT, Universitas Widyagama Mahakam Samarinda, STIEM Tanjung Redeb, Unikarta, Untag Samarinda, STIMI Samarinda, Polnes, Universitas Katolik Soegijapranata, STIE Nusantara Sangatta, Universitas Widyagama Malang, Uniba, UII Yogyakarta, UBT, Unisbank, UMI Makassar, Kalbis Institute, Trisakti School of Management, dan Universitas Methodist Medan.

Seminar nasional ini menghadirkan narasumber yakni Marsekal Muda TNI Dr Sungkono SE MSi, Deputi Pengembangan Dewan Ketahanan Nasional; Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yulius Ibnoe PhD; DR Ir. Mohammad Rusy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Kecil dan Menengah; Ranggawan Prasetyo, Founder dan CEO Motoran Technology & Uphike; dan Deddy Risnanto, Vice Corporate Secretary Kompas TV.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved