Breaking News:

Melacak Jejak Digital CPNS di Medsos

ADA kata yang banyak muncul dalam teks pidato pejabat pemerintah, politisi, dan masyarakat baik akademisi maupun awam, yakni radikal.

TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO
Ilustrasi seorang pendaftar saat mengakses situs pendaftaran CPNS online. 

Oleh : Dr. Pitoyo, M.IKom
Praktisi Media dan Pemerhati Komunikasi Antarmanusia

TRIBUNKALTIM.CO - ADA kata yang banyak muncul dalam teks pidato pejabat pemerintah, politisi, dan masyarakat baik akademisi maupun awam, yakni radikal.

Kata ini ramai lagi dibicarakan setelah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin melantik Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Pernyataan pertama tentang pencegahan radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Agama Fachrul Razi.

Menteri Agama ini setelah dilantik langsung tancap gas, memberi wacana untuk mengkaji simbol yang mengarah pada gerakan radikal di lingkungan ASN Kemenag. Simbol yang dimaksud adalah memakai celana cingkrang (di atas mata kaki), dan bercadar.

Pernyataan Menteri Agama baru Jenderal Purnawirawan TNI Fachrul Razi ini tentu saja mengundang reaksi masyarakat. Bahkan suara kritikan pun meluncur deras di media massa dan media sosial.

Seolah Menteri Agama yang mantan Wakil Panglima TNI ini mengarahkan bahwa gerakan radikal dilakukan oleh umat Islam.

Total Ada 2.326 Formasi CPNS 2019 di Kaltara dan Kaltim, Untuk Persiapan Pemindahan Ibu Kota ?

Peringatan bagi ASN yang Pernah Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Cepat Harus dan bisa Dipecat

Isu Radikalisme Tak Masuk, Kisi-kisi dan Passing Grade CPNS 2019, Formasi SMA Kemenkumham, Kejaksaan

Fachrul Razi pun menegaskan bahwa kajian itu perlu dilakukan mengingat cadar tidak diajarkan dalam kitab suci Al Quran dan Hadits.

Gayung bersambut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan dari sisi ajaran Islam dan hukum pidananya. Penegasan Mahfud MD ini pun juga tidak luput dari kritikan.

Namun setelah ditelaah, munculnya kritikan tersebut karena para pengritik tidak membaca sumber berita secara akurat, bahkan kebanyak bersumber dari media sosial.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved