Rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Ikuti Jalan Sehat pada 24 November,Apa Saja Hadiahnya?

Rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Ikuti Jalan Sehat pada 24 November,Apa Saja Hadiahnya?...

Rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Ikuti Jalan Sehat pada 24 November,Apa Saja Hadiahnya?
TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo.
LOMBA TARIK TAMBANG - Peserta adu kuat lomba tarik tambang¬†memeriahkan rangkaian peringatan hari Kesehatan Nasional ke 55 diikuti Hanna Rahimalea bersama tim Stikes Samarinda¬† di Kantor Dinkes Kaltim jalan Abdul Wahab Syachranie Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (14/11/2019) 

Pembicara Ketua Tim Penggerak PKK Prov Kaltim ibu Noorbaiti,

Plt Kadis Kesehatan Kaltim, Drs Andi Muhammad Ishak Apt Msi," beber Maulana Fahmi. (nev)

Sejarah Peringatan Hari Kesehatan Nasional 12 November, Ini Tokoh Berupaya Berantas Malaria

Sejarah Hari Kesehatan Nasional setiap 12 November ternyata berkaitan dengan upaya Presiden Soekarno

memberantas malaria 

Diberitakan sebelumnya, tanggal 12 November rupanya tak hanya diperingati sebagai Hari Ayah di

Indonesia, tetapi juga Hari Kesehatan Nasional.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini yang jatuh pada tanggal 12 November 2019 telah menginjak tahun ke-55.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November 2019 ini mengambil tema 'Generasa Sehat

Indonesia Unggul'.

Diangkatnya tema tersebut dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini agar menjadi momentum

bagi semua insan untuk menyadari betapa pentingnya kesehatan.

Kesadaran tersebut hendaknya dimulai dari diri sendiri baru kemudian ditularkan kepada orang-orang tercinta di sekitarmu.

Ternyata terdapat kisah di balik penetapan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Sejarah Hari Kesehatan Nasional rupanya berkaitan erat dengan presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno.

Dilansir dari situs resmi depkes.go.id 12 November 2014, sejarah Hari Kesehatan Nasional berawal dari

wabah penyakit malaria yang berjangkit di Indonesia pada tahun 1950-an.

Menilik sejarah pada dekade tersebut, penyakit malaria merupakan penyakit yang banyak diderita

masyarakat indonesia.

Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Anopheles ini termasuk penyakit berbahaya pada masa itu

karena telah merenggut ratusan ribu korban jiwa.

Oleh karenanya, pemerintah yang pada waktu itu dipimpin oleh Presiden Soekarno berupaya melakukan

pemberantasan malaria (malaria eradication) di seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Dibentuklah sebuah lembaga yang dinamai Dinas Pembasmian Malaria pada tahun 1959.

Organisasi ini kemudian mengalami perubahan nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria

( KOPEM ) pada Januari 1963.

Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan insektisida berjenis Dichloro Diphenyl

Trichloroethane ( DDT ) yang disemprotkan secara massal ke rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali, dan

Lampung.

Presiden Soekarno turut terlibat dengan melakukan penyemprotan secara simbolis pada tanggal 12

November 1959 di Desa Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya, untuk menanggulangi penyebaran penyakit malaria, pemerintah Indonesia juga memberikan

pendidikan kesehatan atau penyuluhan kepada masyarakat disamping melakukan penyemprotan DDT.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1964, lebih kurang 63 juta penduduk telah mendapat

perlindungan dari penyakit malaria.

Inilah yang menjadi titik awal kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Keberhasilan pemberantasan malaria pada 12 November 1964 ini kemudian diabadikan Hari Kesehatan

Nasional yang pertama.

 Itulah sejarah Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November di Indonesia.

Selamat Hari Kesehatan Nasional, ayo hidup sehat, mulai dari kita! (*)

Baca Juga;

Hari Kesehatan Nasional, Wali Kota Tarakan Sebut JKN Sangat Dibutuhkan Masyarakat

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, Bupati Kutai Kukar Minta Masalah Stunting jadi Perhatian

Hari Ini Hari Kesehatan Sedunia 2019, Waspada! WHO Beber Alasan Laki-laki Rentan Kematian Dini

Penulis: Nevrianto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved