Pertamina Hulu Mahakam

PHM Alirkan Gas, Ubah Paradoks Langka di Wilayah Lumbung Gas, Warga Badak Baru: Api Biru Masak Cepat

Pertamina Hulu Mahakam ( PHM ) alirkan gas di kawasan Muara Badak untuk mengubah paradoks kelangkaan di wilayah lumbung gas, warga senang.

HO-Pertamina Hulu Mahakam
Ibu Sana, warga Desa Badak Baru RT 31, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara tersenyum gembira saat uji coba jargas di rumahnya. Ia langsung menggoreng telur dan puas menikmati hasilnya. Jargas di kawasan ini dialirkan oleh Pertamina Hulu Mahakam. 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Kukar, Slamet Hadiraharjo mengemukakan, 5.000 sambungan jargas ini ditargetkan selesai pada akhir November 2019.

Sehingga peresmiannya nanti digelar pada Desember depan yang dihadiri langsung pihak Kementerian ESDM.

Saat ini kegiatan penyambungan jargas di Muara Badak mencapai hampir 90 persen. Tahun depan Kukar dapat jatah lagi 5.000 sambungan jargas rumah tangga dari pemerintah pusat.

Tahun Depan Kukar Dapat 5.000 Sambungan Jargas dari Pemerintah Pusat

Pembangunan jargas di Muara Badak merupakan satu paket pekerjaan dengan Kabupaten Lamongan yang nilai kontraknya mencapai Rp 85 miliar.

Total pembangunan satu paket jargas rumah tangga ini mencapai 9.000 sambungan rumah, terdiri 5.000 sambungan untuk Kukar dan 4.000 sambungan untuk Lamongan.

Biaya pemakaian jargas ini terbilang murah.

“Besaran iuran sesuai pemakaian per bulan, harga per meter kubiknya belum disahkan, tapi sesuai rapat kemarin di Jakarta rencana harganya kurang lebih Rp 4.200/m3,” kata Slamet.

Ia mengatakan, hasil evaluasi dari BPH Migas menyatakan penggunaan normal untuk rumah tangga dalam sebulan sekitar Rp 90.000-an.

Terpisah Kasi Migas Dinas ESDM Kukar, Abdul Jafar menambahkan, tahun depan 5.000 sambungan jargas juga menyasar ke wilayah Marangkayu, kecamatan terdekat dengan Muara Badak, untuk melayani Desa Semangkok, Sebuntal dan Bunga Putih.

“Warga sangat antusias dengan sambungan jargas ini karena biaya pemasangannya gratis,” tutur Jafar.

Manajemen Pertamina Hulu Mahakam menyaksikan langsung proses menggoreng telur dengan sambungan jargas yang terkoneksi langsung ke kompor warga di Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Manajemen Pertamina Hulu Mahakam menyaksikan langsung proses menggoreng telur dengan sambungan jargas yang terkoneksi langsung ke kompor warga di Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. (HO-Pertamina Hulu Mahakam)

Ia mengatakan, operasional jargas di lapangan ditangani oleh PT Perusahaan Gas Negara ( PGN ).

Ke depan, Jafar berharap sambungan jargas ini bisa dikelola oleh Badan Umum Milik Desa (BUMDes) bekerja sama PGN. Jadi iuran pemakaian jargas per bulan dibayarkan melalui BUMDes untuk menambah pendapatan desa.

Lewat sambungan jargas ini, kata Jafar, warga bisa menggunakan gas setiap saat sesuai kebutuhan dan tergolong aman karena gas ini bertekanan rendah 0,3 kg/cm2 sampai ke rumah.

Sedangkan tabung gas elpiji yang dipakai warga selama ini memiliki tekanan hampir 10 kg/cm2.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved