Selasa, 5 Mei 2026

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Wagub Hadi Mulyadi Pimpin Deklarasi Penyelamatan Badak Kalimantan

penyelamatan badak Kalimantan yang berada di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu merupakan tanggung jawab semua pihak.

Tayang:
HUMASPROV KALTIM/ADI SUSENO
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Kalimantan pada Hari Badak Sedunia 2019 di Aula Bina Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim, Samarinda, Kamis (14/11/2019). 

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan penyelamatan badak Kalimantan yang berada di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Kita semua wajib mendukung upaya penyelamatan badak dari ancaman eksploitasi hutan baik untuk pertambangan maupun perkebunan serta kegiatan lain yang dapat merusak ekosistem badak," kata Hadi Mulyadi saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Kalimantan pada Hari Badak Sedunia 2019 di Aula Bina Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan ini sangat berharga karena dirangkai dengan deklarasi penyelamatan populasi badak Kalimantan.

"Kita semua berkewajiban menjaga dan melestarikan semua makhluk hidup terkhusus populasi badak. Caranya dengan menjaga lingkungan ekosistem flora dan maupun faunanya dengan baik, sehingga dengan demikian populasinya bisa bertambah, " pesan Hadi.

Keberadaam badak Kalimantan di Kabupaten Kubar dan Mahulu harus bisa diselamatkan dari kepunahan, maka dari itu iklimnya harus kondusif, dan jauh dari kebakaran hutan maupun kegiatan eksploitasi lainnya.
Keberadaan badak Kalimantan ini diharapkan bisa menambah ikon baru Kaltim.

“kita harus berbangga dan mendukung penyelamatan badak Kalimantan," tandasnya.

Mantan senator Senayan ini juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan bekerja sama dalam upaya penyelamatan badak Kalimantan, baik pemerintah pusat melalui kementerian terkait, Pemprov Kaltim melalui dinas instansi dan lembaga terkait, Pemkab Kutai Barat dan Mahulu, para camat, kepala kampung, LSM serta pihak terkait lainnya.

Sementara Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian LHK drh Indra Exploitasia mengatakan deklarasi penyelamatan badak, sebelumnya sudah dimulai dari Provinsi Aceh, kemudian Provinsi Lampung dan sekarang Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatam ini dalam rangka Hari Badak Sedunia serta dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 5 November lalu.

Tema kegiatan tahun ini, lanjut Indra adalah menyelamatkan satwa dari kepunahan juga adalah bagaimana mengedukasi generasi milenial untuk lebih paham bagaimana satwa liar, khususnya badak Kalimantan bisa tetap Lestari di alamnya.

"Tujuan lain dari acara ini adalah kami ingin agar semua pihak merasa memiliki badak Kalimantan yang masih tersisa, karena dengan adanya rasa memiliki, maka ikon badak ini dapat bisa tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat adat sehingga tetap Lestari," kata Indra Exploitasia.

Hadi juga memimpin deklarasi bersama penyelamatan populasi badak Kalimantan yang dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi penyelamatan badak Kalimantan.

Turut bertandatangan selain Wakil Gubernur Hadi Mulyadi juga Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati drh Indra Exploitasis, Kepala Balai KSDA Kaltim Sunandar Triguna Jasa N, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim diwakili Plt Kepala Bidang Pengamanan dan KSDAE Sahar Al-Haqq. (mar/sul/adv)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved