Terlapor Kasus Dugaan Penipuan dan Uang Palsu Angkat Bicara, Didit Sebut Itu Fitnah

Terlapor Kasus Dugaan Penipuan dan Uang Palsu Angkat Bicara, Didit Sebut Itu Fitnah besar Kalimantan Timur.

Terlapor Kasus Dugaan Penipuan dan Uang Palsu Angkat Bicara, Didit Sebut Itu Fitnah
Tribunkaltim.co/HO Didit Haryadi
BUKTI - Kwitansi bermatrai sebagai bentuk pernyataan agar tidak mencairkan cek yang diberikan terlapor kepada pelapor. Cek tersebut diberikan hanya sebagai pegangan saja. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terlapor kasus dugaan penipuan dan uang palsu angkat bicara mengenai tudingan yang dituduhkan kepadanya.

Kepada Tribunkaltim.co, Didit Haryadi menegaskan apa yang dituduhkan kepadanya merupakan fitnah yang sengaja dibuat untuk mengkriminalisasikan dirinya.

"Bentuk pelaporan uang palsu ini merupakan kriminalisasi kepada saya. Pelapor dan kuasa hukumnya sesat pikir dan salah logika.

Melaporkan saya karena memberikan uang palsu sebagai pembayaran, itu tidak benar, itu fitnah," tegasnya, Minggu (17/11/2019).

Polisi Bongkar Tempat Produksi Uang Palsu di Balikpapan, Berkedok Percetakan Undangan

Begini Cara Alipal Mendapat Uang Palsu dan Membelanjakannya di Berau

Masuk Ilegal ke Berau, Warga Malaysia Ditangkap Gara - gara Belanja Pakai Uang Palsu

Takut Dikejar Massa, Terduga Pengedar Uang Palsu Hilang Ceburkan Diri ke Sungai

Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Pria 71 Tahun Diringkus Kepolisian; Sebut Terima Duit dari Bank

Dirinya menjelaskan, awal mulanya kedua belah pihak antara terlapor dan pelapor sepakat untuk memulai bisnis batu bara untuk dijual kembali.

Namun, terhalang oleh masa berlaku izin usaha pertambangan (IUP) PT K yang berakhir pada 8 Oktober 2019.

Akibat masa berlaku IUP PT K telah berakhir, membuat dana yang telah disalurkan, serta keuntungannya tidak dapat terbayarkan, hingga perpanjangan IUP dilakukan.

"Sama sekali tidak berkurang, sementara ini menunggu perpanjangan dari Pemerintah. Senang hati ketika menikmati hasilnya, tapi ketika gagal dan belum terealisasi tidak mau bertanggung jawab bersama, lalu menyebarkan fitnah," jelasnya.

Terkait dengan uang dollar Amerika Serikat palsu, politisi dan mantan aktivitas lingkungan itu juga memberikan penjelasan.

Dirinya tidak menyangkal menyimpan uang tersebut. Uang tersebut hanyalah uang mainan.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved