PDKB PLN Gerak Cepat Amankan Jaringan Transmisi yang Tertabrak Crane

Dari monitor sistem menunjukkan gangguan terjadi pada jarak 19,22 km dari GI Petung (sekitar tower 54 – 55 GI Petung arah Kariangau)

PDKB PLN Gerak Cepat Amankan Jaringan Transmisi yang Tertabrak Crane
HO - PLN
PDKB PLN Gerak Cepat Amankan Jaringan Transmisi yang Tertabrak Crane. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sistem interkoneksi jaringan Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV antara Subsistem Barito dan Subsistem Mahakam yang menyuplai sebagian besar pelanggan di Wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami gangguan pada jaringan transmisi akibat tertabrak crane yang melintas.

Dari monitor sistem menunjukkan gangguan terjadi pada jarak 19,22 km dari GI Petung (sekitar tower 54 – 55 GI Petung arah Kariangau). Dari hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh petugas PLN di dapati adanya jaringan rantas akibat kejadian tersebut.

Informasi dari saksi mata disekitar lokasi kejadian pada hari Sabtu (16/11) pukul 15.19 Wita ada kapal dari perusahaan yang menggangkut kayu melintas dibawah jaringan PLN dan cranenya penyentuh jaringan tersebut.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UIW Kaltimra) Zulkarnain menuturkan akibat kejadian tersebut penyaluran energi ke Gardu Induk (GI) Petung terganggu dan berdampak padam pada pelanggan.

Namun Kondisi jaringan transmisi yang rantas dapat segera diatasi oleh Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yaitu tim khusus PLN yang melakukan perbaikan dalam keadaan bertegangan tanpa mengganggu penyaluran energi ke pelanggan.

Disamping perbaikan, PLN juga akan memasang Rambu-Rambu Transmisi (lampu AWL (Air Warning Light)) yang melintasi sungai.

"Dengan adanya kejadian di atas kami mengingatkan dan meminta kepada seluruh masyarakat baik perorangan atau perusahaan agar berhati-hati melintas atau melakukan kegiatan di bawah jaringan listrik PLN yang berpotensi terjadinya sentuhan pada jaringan tersebut, baik pada jaringan Tegangan Tinggi, Tegangan Menengah dan Tegangan Rendah. Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menginformasikan/melapor pada petugas PLN jika ingin melakukan kegiatan yang berpotensi pada terjadinya bahaya listrik serta berharap kerjasama dan dukungan dari pelanggan, mengingat kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan warga sekitar serta dapat menyebabkan gangguan pasokan listrik yang sangat merugikan banyak pihak", tutup Zulkarnain. (dha)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved