Ada yang Lebih Ideal, Gerindra, Partai Prabowo Tak Setuju Usulan Jabatan Presiden Sampai 3 Periode

Usulan masa jabatan presiden 3 periode ini muncul menjelang Amandemen terbatas UUD 1945 dan mendapat tanggapan dari partai Prabowo Subinato, Gerindra

Ada yang Lebih Ideal, Gerindra, Partai Prabowo Tak Setuju Usulan Jabatan Presiden Sampai 3 Periode
Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews
Prabowo Subianto dan Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada yang lebih ideal, Gerindra, Partai Prabowo Subianto tak setuju usulan jabatan Presiden 3 periode.

Muncul usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Usulan masa jabatan presiden tiga periode ini muncul menjelang amandemen terbatas UUD 1945.

 Mengenal Anak Chairul Tanjung jadi Staf Khusus Jokowi, Tidak Jago Matematika, Pernah Ditolak Ini 

 Anak Buah Jokowi Sebut Prabowo Sangat Mungkin Dipecat dari Kursi Menteri, Begini Reaksi Najwa Shihab

 Presiden Jokowi Ditegur Tokoh Dunia Berulangkali, Hati-hati Gunakan Batu Bara, Begini Jawabannya 

Namun, Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo Suabianto tidak setuju dengan usulan tersebut.

Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR Ahmad Riza Patria menuturkan bahwa pihaknya tak sepakat dengan wacana perubahan masa jabatan presiden dalam UUD 1945.

Menurut Riza, ketentuan yang ada saat ini sudah ideal.

Berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

Dengan demikian presiden dan wakil presiden dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode.

"Kalau masa jabatan, saya kira sudah final ya kan, dua periode. Tetap dua periode, lima tahun itu idealnya," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Riza mengakui adanya wacana yang berkembang seputar wacana amendemen UUD 1945.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved