Dinas P2PAKB Balikpapan Kaltim Tanggapi Sertifikasi Pra Nikah Zaman Presiden Jokowi, Begini Katanya

Dinas P2PAKB Balikpapan Kalimantan Timur Tanggapi Sertifikasi Pra Nikah Zaman Presiden Jokowi, Begini Katanya

Tribunkaltim.co/Mitha Aulia
Dinas P2PAKB Balikpapan Kalimantan Timur Tanggapi Sertifikasi Pra Nikah Zaman Presiden Jokowi, Begini Katanya 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas P2PAKB Balikpapan Kalimantan Timur atau Kaltim tanggapi sertifikasi pra nikah Zaman Presiden Jokowi, Begini katanya 

Pemerintah pusat kebijakan rezim Presiden Jokowi atau Joko Widodo berencana akan menjalankan program sertifikasi persiapan perkawinan pada tahun 2020. 

Namun, wacana ini tengah menjadi sorotan di tengah masyarakat.

Kronologi Penganiayaan di Balikpapan, Memukul Bawa Badik, Sang Adik Baru Menikah Diduga Selingkuh

Kisah Pria Nikahi Gurunya Waktu SMA Ini Viral, Dulu Dicuekin Saat Ucap Suatu Hari akan Menikahinya

Profil Biodata Ayu Ting Ting, Karier hingga Kisah Cinta Menikah Diam-diam yang Berujung Perceraian

Krisdayanti Kaget dengan Pertanyaan Feni Rose, Reaksi Adik Yuni Shara Jika Raul Lemos Menikah Lagi

Pasalnya, selain dianggap menyulitkan, program tersebut dinilai juga terlalu jauh menyentuh ranah privat masyarakat.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan sertifikat pra nikah baru sebatas wacana.

"Sebenarnya kan itu juga baru wacana ya dari SDM di pusat, jadi kita tunggu aja lah, karena kita disini tidak bisa berandai-andai juga," ujar Sri saat ditemui Tribunkaltim.co pada Jumat (22/11/2019).

Diketahui, program tersebut diperuntukkan bagi pasangan yang akan menikah.

Melalui program ini, para calon mempelai akan diwajibkan untuk mengikuti kelas atau bimbingan pranikah untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat ini nantinya akan dijadikan sebagai syarat perkawinan.

Sementara itu, Sri sebagai Kepala Dinas yang membidangi masalah peningkatan kualitas keluarga mengaku sepakat atas wacana terkait wacana pendidikan pra nikah tersebut.

Menurutnya dari aspek kesiapan, calon pengantin memang perlu diberikan bekal pendidikan pra nikah agar rumah tangganya nanti menjadi lebih berkualitas.

Halaman
123
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved