Festival Kuliner UKM

Besok, UKM Siapkan 3.000 Porsi Mie dan Ribuan Jajanan di GOR Segiri Samarinda

Konsumsi terigu secara provinsi di Kalimantan Timur sudah mencapai sekitar 4 ribu metrik ton per bulannya. Konsumsi per tahun naik sekitar 5-7 %.

Besok, UKM Siapkan 3.000 Porsi Mie dan Ribuan Jajanan di GOR Segiri Samarinda
Tribun Jambi
Festival kuliner yang digelar Bogasari tahun 2019 ini juga telah berlangsung di kota-kota lainnya seperti Madiun, Jambi, Sidoarjo, Malang, Semarang, Solo, dan lainnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Untuk yang pertama kalinya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari menggelar festival kuliner Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Samarinda, Ibukota Kalimantan Timur. Perhelatan kuliner yang bernama Festival Mie dan Wadai Samarinda ini akan berlangsung di GOR Segiri, Minggu (24/11/2019) besok.

"Ini sesuai dengan janji Bogasari saat penyelenggaraan Gelegar Bogasari Mitra Card (BMC) bulan Agustus lalu. Ini juga sekaligus apresiasi Bogasari terhadap pertumbuhan usaha UKM dan pasar terigu Bogasari di wilayah Kalimantan Timur," ujar Yuni Hariadi Manager Pemasaran Bogasari wilayah Pulau Kalimantan melalui rilis kepada Tribunkaltim.co, Sabtu (23/11/2019).

Samarinda menjadi kota ke-12 Festival Mie Bogasari 2019. Uniknya di Samarinda ini melibatkan empat komunitas UKM binaan Bogasari yakni Paguyuban Wadai Nusantara, Paguyuban Kampung Untuk-Untuk, Paguyuban Mie Ayam Pesut, dan Paguyuban Wadah Wadai yang belum lama dibentuk. Banyaknya paguyuban UKM ini mengindikasikan potensi usaha makanan berbasis terigu di wilayah Samarinda dan kota lainnya di Kalimantan Timur.

Saat ini, konsumsi terigu secara provinsi di Kalimantan Timur sudah mencapai sekitar 4 ribu metrik ton per bulannya. Konsumsi per tahun naik sekitar 5-7 %. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% pasar sudah dikuasai Bogasari.

Kalimantan Timur, jelas Yuni, merupakan kota ke-2 terbesar di wilayah Pulau Kalimantan untuk pertumbuhan usaha UKM setelah Kalimantan Barat. "Sampai saat ini, total UKM yang sudah menjadi anggota BMC sudah mencapai sekitar 2.300 UKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 berlokasi usaha di Kalimantan Timur dan 50% nya di wilayah Samarinda," ucap Yuni.

Atas pertimbangan itulah Bogasari memilih Samarinda sebagai satu dari 15 kota penyelenggaraan Festival Mie Bogasari 2019. Pada festival mie dan wadai Samarinda ini, 30 penjaja mie ayam akan menyediakan 3 ribu porsi mie ayam dengan harga spesial Rp 5 ribu per porsi. Selain itu disiapkan cadangan sekitar 300 porsi sebagai cadangan tapi dengan harga normal.

Sementara itu, sebanyak 20 UKM aneka jajanan akan menyiapkan minimal 150 paket produk dan dengan harga spesial Rp 5 ribu. "Jadi ini merupakan upaya dalam mendekatkan produk UKM kepada masyarakat. Pokoknya dijamin seru," ucap Yuni.

Para UKM mitra binaan Bogasari yang akan terlibat antara lain UKM Molen Prawira, Bakpao Arema, Bakpao Tepian, Gorengan Karang Paci, Roti Bahari Samarinda, UKM Wadai Keroncong Khas Tenggarong, Cakue Panda dan masih banyak lagi.

Sama dengan di kota lainya, dalam Festival Mie dan Wadai Samarinda ini juga digelar berbagai lomba antara lain Lomba Makan Mie Tercepat, Lomba Stan Mie Terbaik, dan Lomba Stan Wadai Terbaik. Bahkan pengunjung berkesempatan untuk meraih hadiah doorprize berupa barang-barang elektronik.

Sementara itu, festival kuliner yang digelar Bogasari di tahun 2019 ini juga sudah berlangsung di kota-kota lainnya. Antara lain, Madiun, Jambi, Sidoarjo, Malang, Semarang, Solo, Kuningan, Bogor, Purwakarta, Palembang, dan Mataram.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved