Penyelam Tewas di Pulau Kakaban

Diduga Mengalami Gangguan Pernafasan, Pemandu Selam Tewas di Pulau Kakaban

Diduga Mengalami Gangguan Pernafasan, Pemandu Selam Tewas di Pulau Kakaban

TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Objek wisata bawah laut di Kabupaten Berau memang menjadi daya tarik bagi para wisatawan, terutama yang hobi selam. Namun ada kode etik yang harus dipatuhi oleh para penyelam demi keselamatan. 

Kepada Tribunkaltim.co, Marsudi membenarkan, jika penyelam yang dimaksud adalah warga Kecamatan Maratua bernama Wefi.

 “Iya betul (ada penyelam meninggal). Ini kabar sementara,” kata Marsudi saat dihubungi Tribunkaltim.co.

Marsudi juga mengonfirmasi, jika yang meninggal adalah warga Pulau Maratua. “Atas nama Wefi, warga Kmapung Bohe Silian, RT 3, Kecamatan Pulau Maratua. Anak pak Rais,” ujarnya.

Namun Marsudi enggan berkomentar lebih jauh soal kejadian ini. Pasalnya, dirinya masih menerima laporan awal dan belum mendapatkan informasi lengkap.

Sementara, Kapolsek Pulau Maratua, Iptu Gideon Tarigan, saat dihubungi melalui telepon genggamnya belum memberikan jawaban.

Riko, yang juga sepupu koran mengatakan, Wefi adalah salah satu guide selam di salah satu resort di Pulau Maratua.

Menurutnya, Wefi adalah penyelam dengan sertifikasi open water. Artinya, Wefi belum memenuhi syarat untuk menjadi seorang guide atau pendamping selam.

“Kalau tidak salah, dia (Wefi) baru mengambil (sertifikasi) open water. Kenapa open water bisa bawa tamu (wisatawan menyelam),” ujarnya dengan heran.

Kasus tewasnya penyelam di Kabupaten Berau, bukan yang pertama kali. Pada bulan Februari 2019 lalu, seorang warga negara Malaysia, juga ditemukan tewas saat menyelam di Pulau Kakaban.

Korban bernama Yong Foong May ditemukan tewas di dasar dana Pulau Kakaban, setelah menyelam selama 15 menit, korban tidak muncul ke permukaan bersama rekan-rekannya yang lain.

Yong Foong May adalah seorang penyelam dengan dive log (jam selam) yang mumpuni. Bahkan Yong Foong May memiliki sertifikasi sebagai dive master.

Halaman
1234
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved