Gaya Hidup

Tren Kontes Kecantikan, Octaviana Sesa Ungkap Perbedaan Miss Tourism Worldwide & Miss Lumiere World

Tren Ajang Kecantikan, Octaviana Sesa Ungkap Perbedaan Miss Tourism Worldwide & Miss Lumiere World

Tren Kontes Kecantikan, Octaviana Sesa Ungkap Perbedaan Miss Tourism Worldwide & Miss Lumiere World
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Tren Kontes Kecantikan, Octaviana Sesa Ungkap Perbedaan Miss Tourism Worldwide & Miss Lumiere World 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tren Kontes Kecantikan, Octaviana Sesa Ungkap Perbedaan Miss Tourism Worldwide & Miss Lumiere World

Semakin menjamurnya ajang pencarian bakat putri kecantikan di dunia menjadi tren tersendiri.

Tak hanya di luar negeri, Indonesia pun tak ketinggalan mengirimkan bakat-bakat muda untuk berkompetisi di ajang internasional tersebut.

Dua di antaranya yaitu Miss Tourism Worldwide dan Miss Lumiere World. Apa perbedaan kedua ajang pemilihan tersebut?

Menurut Octaviana Sesa yang dinobatkan sebagai Miss Millennium di ajang Miss Tourism Worldwide 2019 mengatakan Miss Lumiere merupakan ajang pemilihan yang lebih menonjolkan kecantikan dan kemampuan berbahasa, serta cenderung kosmopolitan.

“Miss Lumiere World itu lebih ke wanita yang kelas model, bahasa Inggrisnya harus oke. Bisa menguasai bahasa lain juga bagus, nah dia ajangnya kayak cosmo. Lebih klasik,” terang Octaviana Sesa.

Sementara Miss Tourism Worldwide, berfokus pada pariwisata di daerah masing-masing peserta.

Tahun ini, Octaviana Sesa merupakan jebolan ajang pemilihan tersebut dan dianugerahi sebagai Miss Millennium.

“Nah, jadi di sana (Miss Tourism Worldwide), ada (perwakilan) dari 30 negara. Kita bener-bener berlomba untuk jadi yang terbaik sih. Kemarin dikarantina di Singapura dan Batam selama 1 minggu dari 22-26 September. Jadi, kita dari Singapura dulu, karantina di sana, lalu grand final di Batam. Ini kerjasama dari pariwisata Indonesia Batam dan Singapura,” terang Octaviana Sesa.

Ia menambahkan, “Kebetulan aku masuk 15 besar dan menang untuk gelar Miss Milennium Worldwide. Jadi, saya presentasi mengenai pariwisata menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Perancis. Gelar itu merepresentasikan kecerdasan”.

Halaman
12
Penulis: Annisa Nursuci Rhamadani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved