Tujuh Hektar Ladang Ganja di Sumatera Utara Dimusnahkan, Nilainya Diperkirakan Capai Rp 52,5 Miliar

Bisnis haram tanaman ganja memang menggiurkan karena pemiliknya diiming-imingi keuntungan yang sangat tinggi. Namun tanaman ganja dilarang di

Tujuh Hektar Ladang Ganja di Sumatera Utara Dimusnahkan, Nilainya Diperkirakan Capai Rp 52,5 Miliar
kompas.com
Ilustrasi: Ladang ganja 

TRIBUNKALTIM.CO - Bisnis haram tanaman ganja memang menggiurkan karena pemiliknya diiming-imingi keuntungan yang sangat tinggi.

Namun tanaman ganja dilarang di Indonesia karena digolongkan dalam jenis narkoba. 

Kendati demikian, oknum masyarakat kerap menanam ganja dengan sembunyi-sembunyi.

Belum lama ini, polisi menemukan ladang ganja dengan luas sekitar tujuh hektar di Desa Hutatua Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Kamis (21/11/2019).

Diperkirakan, nilai ganja tersebut sekitar Rp 52,5 miliar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, penemuan ladang ganja itu berawal dari informasi masyarakat.

"Personel Satuan Narkoba Polres Madina melakukan penyelidikan atas informasi yang diterima dari masyarakat dan berhasil menemukan ladang ganja seluas sekitar tujuh hektar," ungkap Eko melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/11/2019).

Lahan ganja seluas tujuh hektar tersebut terbagi ke dalam lima lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP).

Total terdapat 420.000 batang pohon ganja yang ditemukan di lokasi.

Seluruh pohon yang ditemukan diperkirakan berumur enam hingga tujuh bulan.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved