Desalinasi Solusi Krisis Air Balikpapan, PDAM dan Walikota ke Barcelona, Awalnya Gagal Deklarasi

Kali ini desalinasi solusi krisis air Balikpapan Kalimantan Timur, PDAM dan Walikota Balikpapan ke Barcelona, Awalnya Gagal deklarasi di 17 Agustus

Desalinasi Solusi Krisis Air Balikpapan, PDAM dan Walikota ke Barcelona, Awalnya Gagal Deklarasi
Tribunkaltim.co/Arif Fadillah
ILUSTRASI - Tampak air laut di tepi pantai Benua Patra Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu (1/4/2018), tercemar minyak. Kini ada rencana, desalinasi solusi krisis air Balikpapan Kalimantan Timur, PDAM dan Walikota Balikpapan ke Barcelona, Awalnya Gagal deklarasi di 17 Agustus 2017 lalu. 

Air yang dihasilkan bukan untuk dikelola masyarakat setempat, melainkan digunakan untuk penyulingan mesin, dan pemadam kebakaran. "Iya penyulingan air laut menjadi alternatif, kita sudah menunggu hasilnya, tinggal lelang saja, kita melihat di sini sebagai pembanding, melihat biayanya, harga yang ada. Karena desalinasi air laut harganya lumayan," kata Rizal disela-sela kegiatan pada saat kunjungan di Pulau Lombok. Desalinasi air laut adalah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatang, tanaman dan manusia.

Pulau Lombok memang memiliki karakteristrik sendiri dari pulau lainnya. Selain dikenal memiliki wisata alamnya, kota itu merupakan sebuah kota yang terkenal dengan kawasan laut yang luas. Hampir sama dengan Kota Balikpapan, memiliki kawasan Laut yang luas, namun kekurangan air baku.

"Harus di coba di Balikpapan karena kita kekurangan air baku. Yang penting kita lihat dulu, cara pembuatannya. Karena sangat mungkin dilakukan desalinasi untuk Kota Balikpapan," kata Rizal.

Opsi lain, jika tidak menggunakan desalinasi air laut, Balikpapan akan membeli air baku dari Penajam. "Saat ini masih melakukan survei dengan pihak investor. Karena kalau itu baik, kapasitas airnya Penajam bisa kita beli," ucap Rizal.

Air baku itu menjadi kebutuhan utama warga Balikpapan, karena saat ini Balikpapan masih kekurangan air baku sekitar 400 liter per detik. "Eksisting perkembangan dari tahun ke tahun, bisa menumbuhkan kapasitas air yang lebih besar lagi. Kalau di Penajam lebih murah kita memilih Penajam," kata Rizal

Pemkot Balikpapan pun sudah melakukan uji coba air laut dibeberapa kawasan. Diantaranya di belakang Kantor Pengadilan, Pantai Monumen, dan kawasan Selili. Uji coba ini untuk melihat kualitas air laut tersebut.

Dirut Utama PDAM Tirta Manggar Balikpapan Haidir Effendi yang ikut serta dalam tinjauan ke Pulau Lombok menjelaskan, ingin melihat contoh teknologinya sudah ada di sini. "Jadi kita masih perhitungkan kapasitasnya, karena teknologi masih membutuhkan energi yang besar, kita belum bisa mengsupport hal itu," ujar Haidir.

Haidir menjelaskan, untuk harga kisaran mereka masih relatif kecil. Per kubiknya sekitar Rp 8.000, karena mereka tidak menggunakan listrik uap. "Listriknya pengelolaan sendiri. Bahan bakarnya juga," katanya.

Sementara, untuk desalinasi air laut di Balikpapan, masih berproses. Saat ini progresnya masih menyiapkan dokumen lelang. "Kita hitung dulu, dilihat harganya berapa, untuk di Balikpapan diperkirakan Rp 15.000 per kubik," ujarnya.

Harga tersebut dinilai memberatkan warga dan pelanggan PDAM, dan harus dipertimbangkan lagi. "Itu yang diperhatikan, masih berat diharganya," kata Haidir.

Dia pun menyampaikan, Kabupaten Penajam menawarkan untuk membeli air baku dari sana. Sebab Penajam memiliki kapasitas sumber air yang banyak, namun marketnya sedikit. Jika mengambil air bersih dari Penajam, Balikpapan tinggal memasang saluran pipa. 

"Kami masih menunggu kajian dari mereka, yang terpenting harganya masih masuk dengan harga jual kita," katanya. Jangan sampai nanti ketika menambah kapasitas air, tapi harganya tinggi. Ini bisa memberatkan dipelanggan. "Kita ingin harga jual kita bisa dicover. Kalau Rp 15.000 per kubik itu berat, kasian pelanggan," ucap Haidiri mengakhiri wawancaranya. 

Sempat Ingin Deklarasikan dan Gagal

Air bagian dari elemen penting bagi manusia. Tiada air, kehidupan manusia akan terhenti. Kekhawatiran inilah yang dialami warga perkotaan Balikpapan yang daerah geografisnya sangat tidak diuntungkan memiliki sumber air layak konsumsi. Banyak solusi tawaran penyediaan air bersih, pemerintah kota mengambil sikap, satu di antaranya upaya desalinasi air laut.

Kala peresmian Bendungan Teritip di Balikpapan Timur, Rizal Effendi Walikota Balikpapan menghadiri event bersejarah ini, yang pertama kalinya bendungan diresmikan untuk beroperasi diisi air dari hulu sungai, Senin (31/7/2017).

Rizal yang mengenakan seragam warna coklat diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan di hadapan beberapa orang petinggi dari Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Acara yang dilangsungkan di bawah tenda putih berlangsung sederhana dihadiri puluhan tamu hadirin.

Angin yang bertiup sepoi-sepoi mengiringi peresmian Bendungan Teritip, memberikan kesan atmosfir yang nikmat, mampu menghapus bulir-bulir keringat di tubuh. Cuaca yang cerah terik mengantar seremonial pengisian awal air bendungan ini. Namun semua, ini bukan akhir dari segalanya, menyelesaikan persoalan krisis air di Balikpapan.

Selesainya pembangunan Bendungan Teritip masih butuh proses panjang, satu tahun ke depan kemungkinan baru bisa dinikmati airnya dalam pengelolaan perusahaan air minum daerah. Keberadaan Bendungan Teritip atau pun Waduk Manggar masih belum bisa melengkapi kebutuhan air warga seluruh Balikpapan.

"WTP (Water Treatment Plant) ditargetkan 2018 rampung. Satu tahun ke depan bendungan sudah bisa dipakai, salurkan air bersih ke rumah warga," kata Rizal, yang memiliki kumis tebal.

Upaya memaksimalkan penyaluran air bersih ke pemukiman penduduk selalu diupayakan pemerintah kota. Pilihan desalinasi air laut masuk perencanaan kota. Rizal ungkapkan, tidak bisa hanya bergantung pada bendungan, Kota Balikpapan perlu ada terobosan lain.

Tidak seperti daerah lainnya seperti Kota Samarinda yang dialiri sungai-sungai yang panjang dan lebar, Kota Balikpapan hanya dilengkapi anak-anak sungai yang mungil minim sumber air. Melirik potensi air laut sebagai satu di antara sumber air tidak ada salahnya.

"Bertepatan 17 Agustus hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Balikpapan akan meresmikan rencana melakukan desalinasi air laut," tutur Rizal, pria kelahiran Kota Balikpapan ini.

Secara definisi, desalinasi air laut sebuah proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi makhluk hidup seperti flora dan fauna termasuk juga manusia.

Selama ini waduk yang ada di Kota Balikpapan selalu mengandalkan pasokan dari tadah air hujan dan saluran dari hulu sungai yang volume airnya kurang melimpah. Di saat musim panas atau kemarau, bendungan dan waduk kering, tidak bisa berfungsi secara baik. Hanya mengandalkan sumber air dari bendungan adalah langkah yang kurang tepat. "Kita akan coba memakai desalinasi air laut," ujarnya.

Mengenai hal itu, Direktur Utama Perusahaan Derah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan, Haidir Effendi, menambahkan, lembaganya sangat setuju bila ada pengadaan desalinasi air laut di Kota Balikpapan.

"Kami yang bukan memodali. Saya dengar ada investor yang mau membiayai. Setuju saja ada desalinasi air laut. Kami nanti yang tugasnya mendistribusikannya, bukan yang membangun," ungkap pria berkaca mata ini.

Pengalaman yang sekarang, PDAM masih mengalami pil pahit. Banyak warga yang mengajukan sambungan baru ke PDAM namun belum bisa menyanggupinya. PDAM tidak bisa berbuat banyak. Sumber air yang ada di Balikpapan sangat terbatas, tidak seimbang dengan jumlah permintaan warga yang jauh lebih besar.

Kondisi pasokan air sekarang ini yang baru bisa terpenuhi adalah 1200 liter per detik. Padahal ideal tahun ini ditargetkan harus 1600 liter per detik. "Sudah banyak yang mengajukan sambungan baru tapi kami belum bisa segera penuhi. Kami masih kebingungan mencari sumber airnya. Di Balikpapan sulit," tutur Haidir yang sekitar tahun 2015 menjabat sebagai nakhoda perusahaan air plat merah ini. 

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Langganan Berita Pilihan Tribun Kaltim di WhatsApp
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved