Berita Pemprov Kalimantan Timur

Karo Kesra Elto: Stunting Masalah Serius, Apalagi Kaltim Akan Jadi IKN, Harus Ditangani Bersama

Stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim

Karo Kesra Elto: Stunting Masalah Serius, Apalagi Kaltim Akan Jadi IKN, Harus Ditangani Bersama
HUMASPROV KALTIM/ARIF MUSTHADA
Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor dan Wakil Ketua I TP PKK Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi bersama Karo Kesra H Elto pada Seminar Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Foto : 

SAMARINDA - Stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim.

Pemprov Kaltim sangat serius melakukan upaya pencegahan dan penurunan stunting. Selain memaksimalkan program penanganan stunting melalui pembiayaan APBD Provinsi dengan sinergi APBD Kabupaten dan Kota, melalui sejumlah perangkat daerah terkait, Pemprov Kaltim juga melakukan kerja bareng lembaga-lembaga masyarakat, di antaranya TP PKK Kaltim maupun TP PKK Kabupaten/Kota hingga tingkat desa, termasuk kerja sama lintas sektor.

“Stunting ini masalah yang sangat serius. Apalagi Kaltim akan menjadi ibu kota negara. Berbagai upaya terus kita lakukan untuk menurunkan angka stunting, terkhusus di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Barat, juga daerah lain di Kaltim,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto saat mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor membuka Seminar Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Senin (25/11/2019).

Menurutnya stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan dan berisiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif di kemudian hari.

“Posyandu merupakan garda utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat. Sesuai dengan tujuan dibentuknya posyandu adalah untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu posyandu harus bisa lebih diaktifkan lagi,” kata Elto.

Sedangkan ketua penyelenggara Nurul Wahidah mengatakan kegiatan seminar kesehatan yang dihadiri 250 peserta merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55.

Tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim dengan dukungan semua komponen bangsa, masyarakat dan swasta. Prioritas langkahnya promotif dan preventif.

“Selain itu mengarahkan masyarakat agar semakin mengerti arti penting perilaku dan lingkungan hidup sehat. Deteksi dini juga penting untuk membantu pertumbuhan anak dan balitanya dengan aktif ke posyandu,” kata Nurul.

Tampak hadir Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor, Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak, anggota TP PKK kabupaten/kota, pelajar dan mahasiswa, serta undangan lainnya. (mar/sul/adv)

Tags
stunting
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved