Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Minta Guru SD Kuasai Bahasa Asing dan Teknologi jangan Untuk Medsos

Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Minta Guru SD Kuasai Bahasa Asing dan Teknologi jangan Untuk Medsos

Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Minta Guru SD Kuasai Bahasa Asing dan Teknologi jangan Untuk Medsos
TribunKaltim.CO/Miftah Aulia Anggraini
Wakil Dewan Pendidikan Kota Balikpapan, Dwita Salverry dalam sambutannya di acara Focus Grup Discussion yang mengangkat tema Menuju Pendidikan Dasar (SD) berkualitas di rumah jabatan Wakil Walikota Rahmad Masud, Kamis (28/11/19). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN-Dewan Pendidikan Kota Balikpapan minta guru SD kuasai bahasa asing dan teknologi jangan hanya untuk medsos

Dewan Pendidikan Kota Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh Kepala SD di Kota Balikpapan, Kamis (28/11/19).

Pelaksanaan grup diskusi tersebut dihadiri  Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud dan dilaksanakan di aula rumah jabatannya, di Jalan Ery Suparjan, Klandasan.

Dwita Salverry, anggota DPK Balikpapan mengatakan FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Baca Juga• KONI Penajam Paser Utara Siapkan Bonus Rp 4 Miliar, Dibagi Bulan Depan Sasarannya Diberi ke Hal Ini

Baca Juga• Kurangi Frekuensi Penerbangan, Susi Air Pilih Terbang Usai APT Pranoto Samarinda Selesai Diperbaiki

Baca Juga• Tangkap Pelaku Pengedar Ganja Antarpulau, Polda Kalimantan Timur Lakukan Penyisiran di 5 Kota Besar

Baca Juga• Mengenal Sosok Miss Borneo 2019, Ini Perwakilan Kalimantan di Ajang Miss Lumiere International World

"Targetnya saat ini kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan dasar di tahun mendatang. Kita sudah di era 4.0 tapi sebetulnya masih ketinggalan dengan Jepang yang justru sudah era society 5.0," ujar Dwita, Kamis (28/11/19).

Ia menambahkan, sesuai dengan nafas pidato dari Menteri Pendidikan baru Nadiem Makariem, mau tidak mau guru SD harus melanjutkan pendidikan karakter yang dibawa dari dalam rumah.

Selanjutnya Dwita menyebut, para guru Sekolah Dasar juga harus menguasai kompetensi yang mereka miliki.

"Harus kuasai kompetensi kita, tidak ada lagi cerita tidak mau belajar bahasa asing, karena dunia saat ini sudah tanpa batas," tambahnya.

Menurutnya, saat ini kemajuan teknologi juga turut berpengaruh pada kualitas pendidikan dan cara mengajar di Indonesia.

Hal tersebut membuat semua elemen yang berkecimpung di dunia pendidikan harus melek terhadap teknologi yang ada.

Halaman
1234
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved