Ucapan Tito Karnavian Soal Reuni Akbar PA 212 Disoal, Dampaknya Ternyata Bisa Serius
Rencana aksi reuni akbar 212 itu akan digelar di Monumen Nasional ( Monas ) pada 2 Desember 2019 mendatang.
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar buruk Tito Karnavian, ucapannya soal Reuni Akbar PA 212 disoal, dampaknya ternyata bisa serius.
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa pasca pilpres dan pilkada, 212 sudah tidak berpolitik.
Slamet Maarif mengatakan 212 akan kembali ke gerakan moral yakni tidak membiarkan adanya penistaan agama.
• Gadis 19 Tahun Tewas Overdosis Setelah Bercinta, si Pria Bawa Keliling lalu Buang di Samping Stadion
• Promo Indomaret Hari ini Hingga 3 Desember 2019, Beli 2 Gratis 1 dan Banyak Diskon lainnya Buruan
• Kabar Buruk Agnez Mo, Usai Dikecam Gara-gara Wawancaranya, Fadli Zon Juga Beri Julukan Negatif Ini
• Kabar Buruk Rizieq Shihab Belum Bisa Balik, Ini Hasil Rapat Mahfud MD, Tito Karnavian, Fachrul Razi
"Jadi pasca pilpres, kita nggak ada urusan 01 dan 02, sehingga 212 kembali kepada gerakan moral kita untuk melawan penista agama, tidak ada pembiayaran untuk penista agama, dan berjuang untuk keadilan di Indonesia," ujar Slamet Maarif di acara Kompas Petang, Rabu (28/11/19).
Slamet menegaskan akan tetap istiqomah mengkritisi pemerintah.
"Kami tetap istiqomah mengkritisi, karena kami oposisi gerakan moral terhadap kebijakan apapun dari pemerintah yang memang melanggar konstitusi dan melanggar syariat agama," ujarnya.
Slamet Ma'arif membantah pernyataan Mendagri Tito Karnavian.
"Jadi saya berpikir, pernyataan pak Tito bikin kondisi politik tidak stabil lagi, padahal kan semua sudah kembali pada garis perjuangan masing-masing, urusan politik sudah selesai," ujarnya.
Slamet Maarif khawatir jika dibenak masyakarat takut dengan 212.
"Itu artinya menimbulkan benak masyarakat phobia dengan 212, ketika mendengar 212 ketakutannya luar biasa, " ujarnya.
"Kemarin 212 terlibat di politik ya karena tahun politik, ketika itu sudah selesai ya kita kembali ke gerakan moral kita," imbuhnya.
Slamet Ma'arif menilai pernyataan Mendagri Tito Karnavian tidak benar.
Menurutnya, keberadaan 212 tidak menimbulkan politik bermasalah karena saat ini 212 tidak memikirkan politik.
"Bahkan kita pastikan reuni 212 itu benar-benar bermunajat dan merayakan maulid nabi," ujar Slamet Ma'arif.
Slamet Ma'arif menegaskan bahwa 212 melarang orang menistakan agama apapun dan siapapun orangnya.
Slamet Ma'arif menegaskan bahwa konstitusi harus dijalankan.
Terkait dengan reuni 212 Desember mendatang, Slamet Ma'arif mengatakan bahwa sudah mendapat izin dari gubernur dan polda metro jaya.
Diketahui sebelumnya,Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut politik Indonesia sudah mulai stabil.
Menurut Tito, politik Indonesia stabil sejak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bergabung di pemerintahan Presiden Jokowi.
Ia mengatakan, sebelumnya saat berkunjung ke Malaysia, tokoh malaysia menyebut politik Indonesia stabil.
"Apapun juga, politik kan tidak miss, tapi dari pandangan Malaysia kemarin ketemu banyak tokoh di sana, menganggap politik Indonesia itu stabil sekarang," ujar Tito dalam sambutannya di acara Munas APPSI VI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Mantan Kapolri itu menilai stabilnya politik di Indonesia setelah kubu Jokowi dan kubu Prabowo di Pemilihan Presiden lalu itu bergabung.
Tito Karnavian mengaku saat ini tinggal urusannya dengan 212.
"Terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 aja," jelas Tito.
Kondisi politik Indonesia yang stabil itu menurutnya membuat para investor Malaysia ingin datang ke Indonesia.
"Semenjak ada rekonsiliasi 01 dan 02 kita nganggep politik Indonesia stabil, sehingga banyak investor Malaysia ingin berinvestasi ke Indonesia," tuturnya.

Terkait Reuni 212 Desember Mendatang
Sementara itu, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes polri) menyatakan telah menerima surat pemberitahuan rencana aksi Reuni Akbar 212.
Rencana aksi reuni akbar 212 itu akan digelar di Monumen Nasional (Monas) pada 2 Desember 2019 mendatang.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan sudah menerima surat pemberitahuan reuni 212 itu.
"Mabes Polri sudah menerima surat pemberitahuan, dan tentunya lokasi ada di Jakarta," ujar Argo.
Selanjutnya Mabes Polri akan meminta rekomendasi dari Polda Metro Jaya.
"Mabes Polri tentunya meminta rekomendasi, mulai dari Polres Jakarta Pusat, karena lokasinya ada di sana," jelasnya.
"Dari Jakarta Pusat, kemudian ke Polda Metro Jaya, dari Polda Metro Jaya tentunya mengirimkan surat pemberitahuan ke Mabes polri," lanjut Argo.
Nantinya, polisi akan menyiapkan pengamanan jika rekomendasi Polda Metro Jaya sudah diserahkan ke badan intelijen dan keamanan Mabes Polri.
Mahfud MD : Reuni Akbar 212 di Monas Tidak Perlu Ditakuti
Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan mengadakan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (2/12/2019) mendatang.
Atas rencana itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyatakan pemerintah tidak mempersoalkan adanya kegiatan tersebut.
Selain tidak perlu ditakuti, kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas juga merupakan bagian dari bentuk aspirasi dan ekspresi warga negara.
Karena itu, tidak perlu panik dengan adanya kegiatan tersebut.
"Tidak apa-apa. Saya kira aparat (keamanan) itu sudah punya standar operasional prosedur (SOP) sehingga kita tidak usah panik, mau reuni ya reuni saja. Besok saya juga mau ada reuni kampus," ujar Mahfud, usai berziarah ke makam Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019).
Menurut dia, reuni akbar PA 212 di Monas merupakan kegiatan biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi memunculkan kepanikan. Kegiatan itu juga tidak perlu dilarang.
"Reuni-reuni ya biasa saja. Tidak usah dibesar-besarkan reuni itu, tidak usah ditakuti juga, itu biasa-biasa saja dan gak usah dipanas-panasi. Itu soal biasa saja, orang mau reuni kok mau dilarang," katanya.
• Alumni PA 212 Tak Masalah Ahok jadi Komut Pertamina, Beri Pesan Penting, Juga Singgung Masa Lalunya
• Tuan Rumah, Anies Baswedan Dijadwalkan Lakukan Ini di Reuni PA 212 Monas, Ada Soal Penistaan Agama
• Anak Buah Anies Baswedan Masih Pikir-pikir Berikan Izin Reuni PA 212 di Monas, Doakan Rizieq Shihab
• Pulangnya Rizieq Shihab Bukan Kewajiban Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, PA 212 tak Masalah?
Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

(*)