Terkuak, Ternyata Inilah Penggagas Masa Jabatan Presiden Jadi 3 Periode, Bamsoet Mengaku Tak Berdaya

Baru satu bulan bekerja, muncul wacana memperpanjang masa jabatan presiden lewat amendemen terbatas UUD 1945

Terkuak, Ternyata Inilah Penggagas Masa Jabatan Presiden Jadi 3 Periode, Bamsoet Mengaku Tak Berdaya
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016) 

TRIBUNKALTIM.CO - Akhirnya terkuak, ini penggagas wacana penambahan masa jabatan Presiden 3 periode, Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet Mengaku Tak Berdaya

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan wakilnya Maruf Amin telah resmi dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu. 

Baru satu bulan bekerja, muncul wacana memperpanjang masa jabatan presiden lewat amendemen terbatas UUD 1945 yang entah dari siapa datangnya.

Gadis 19 Tahun Tewas Overdosis Setelah Bercinta, si Pria Bawa Keliling lalu Buang di Samping Stadion

Promo Indomaret Hari ini Hingga 3 Desember 2019, Beli 2 Gratis 1 dan Banyak Diskon lainnya Buruan

Kabar Buruk Agnez Mo, Usai Dikecam Gara-gara Wawancaranya, Fadli Zon Juga Beri Julukan Negatif Ini

Kabar Buruk Rizieq Shihab Belum Bisa Balik, Ini Hasil Rapat Mahfud MD, Tito Karnavian, Fachrul Razi

Namun belakangan, bagaimana asal mula dan siapa sosok yang awalnya menggulirkan akhirnya terungkap.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, wacana penambahan masa jabatan presiden selama tiga periode merupakan aspirasi yang datang dari masyarakat. 

Bamsoet menegaskan, MPR tidak berhak menghentikan aspirasi itu.

"Wacana masa jabatan tiga periode untuk presiden bukan dari MPR. Karena ini adalah aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kami enggak punya hak membunuh aspirasi tersebut," ujar Bamsoet di DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (26/11/2019).

Menurut dia, aspirasi ini telah disampaikan pula kepada pimpinan PKS saat pertemuan pada Selasa.

Pertemuan itu membahas wacana amendemen UUD 1945.

Bamsoet menuturkan, PKS memberikan respons yang baik.

PKS menyarankan jika masa jabatan Presiden nantinya jadi salah satu poin amendemen, tidak boleh terjebak politik praktis.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved