Presiden Jokowi Pemerintah Sudah Keluar Uang Banyak, Cari Cara Defisit BPJS Bisa Dikendalikan

Presiden Jokowi Pemerintah Sudah Keluar Uang Banyak, Cari Cara Defisit BPJS Bisa Dikendalikan

Presiden Jokowi Pemerintah Sudah Keluar Uang Banyak, Cari Cara Defisit BPJS Bisa Dikendalikan
Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Iuran BPJS Kesehatan semua kelas resmi naik 1 Januari 2020, Perpres sudah ditandatangani Presiden Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO, SUBANG - Presiden Jokowi Pemerintah Sudah Keluar Uang Banyak, Cari Cara Defisit BPJS Bisa Dikendalikan 

Persoalan BPJS Kesehatan menghantui, terutama defisit anggaran.

Pihak Pemerintah cari cara bagaimana menangani persoalan defisit BPJS Kesehatan.

Kali ini Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyatakan, pemerintah sudah keluar duit banyak buat peserta BPJS Kesehatan.

Kali ini Jokowi menjelaskan, pemerintah mencari cara agar defisit BPJS Kesehatan tidak makin bengkak dengan menaikkan iuran tahun depan.

"Di institusi BPJS bagaimana agar defisit bisa dikendalikan. Pemerrintah sudah keluar duit banyak banget, 133 juta peserta sudah di-cover oleh pemerintah, 96 juta oleh pemerintah pusat, dan sisanya itu pemerintah daerah," ujarnya di Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun di daerah tidak bisa terus-terusan menalangi defisit BPJS Kesehatan.

"Gede banget ini. Jadi, iuran BPJS yang 133 juta peserta di-cover oleh APBN dan APBD, itu yang harus dibenahi," katanya.

Kendati demikian, hampir 90 persen masyarakat yang ditemui di Subang menyatakan sudah pakai Kartu Indonesia Sehat dan 70 persen memakai PBI.

Memang tadi 70 persen pake PBI yang gratis dari pemerintah, sisanya yang 20 persen mereka bayar.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved