Herbarium Wanariset

DR Ishak Yassir Sebut "One Code WAN Data" Mengubah Tembok Litbang jadi Kolam Ilmu Pengetahuan

Dengan memindai QR Code yang tertera pada tumbuhan di lapangan menggunakan smartphone, masyarakat dapat memperoleh informasi jenis tumbuhan.

DR Ishak Yassir Sebut
Balitek KSDA
Balitek KSDA membuka akses informasi lebih luas kepada ilmuwan dan akademisi serta masyarakat melalui teknologi informasi "One Code WAN Data". 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) intens berinovasi. Di era revolusi industri 4.0, lembaga ini pun tidak ketinggalan. Cukup dengan mengscanning One Code WAN Data, pengunjung mendapatkan informasi lengkap.

"Kami membuka kesempatan bagi para mitra untuk ikut serta mengaplikasikan One Code WAN Data di lokasi masing-masing. Kami ingin mengubah tembok penelitian dan pengembangan (litbang) menjadi kolam ilmu pengetahuan. Artinya, kami tidak ingin menyimpan hasil penelitian dan pengembangan untuk kami sendiri. Kami ingin membuka akses tidak hanya terbatas pada kalangan ilmuwan dan akademisi saja, namun juga kepada masyarakat luas untuk dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kami kerjakan selama ini," kata Kepala Balitek KSDA, DR Ishak Yassir, S.Hut, M.Si, Senin (2/12/2019).

Apalagi, lanjut Ishak Yassir, saat ini berada pada era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi. "Kami ingin memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mendukung publikasi dan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang telah kami lakukan. Salah satunya ialah dengan membangun website herbarium (e-herbarium) dan One Code WAN Data," ujarnya. Pekan lalu tepatnya Jumat (29/11/2019), Balitek KSDA melaksanakan sosialisasi proyek perubahan One Code WAN Data di ruang rapat Balitek KSDA.

Usai sosialisasi, Kepala Balitek KSDA menyerahkan One Code WAN Data secara simbolis kepada dua perwakilan mitra yaitu dari Balai Taman Nasional Kutai dan Balai Diklat LHK Samarinda untuk kemudian dipasang di lokasi masing-masing. Para mitra yang hadir juga diajak untuk mengunjungi koleksi spesimen Herbarium Wanariset.

Beberapa mitra yang hadir mengapresiasi upaya yang dilakukan Balitek KSDA. Manajer Wisata Canopy Bridge Bukit Bangkirai, Tamrin, mengaku tertarik untuk mengaplikasikan One Code WAN Data ini di lokasi trek wisata yang dikelolanya. Demikian juga dengan Balai Taman Nasional Kutai (BTN Kutai) yang telah terlebih dulu meminta Balitek KSDA memasang QR Code di lokasi wisata alam TN Kutai.

"Kami akan memasang One Code WAN Data ini di lokasi-lokasi wisata kami seperti di Bontang Mangrove Park, Sangkima, dan Prevab. QR Code ini akan sangat membantu kami dalam memberikan informasi kepada pengunjung terkait jenis-jenis tumbuhan yang ditemui di lapangan. Selain itu, pemasangan One Code WAN Data ini sangat mendukung TN Kutai yang sedang bersiap menjadi tuan rumah peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 2020 nanti," kata Siswadi, S.Hut. M.Ec.Dev. MA, Kasubbag Tata Usaha BTN Kutai.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam dari Politeknik Balikpapan (HIMPA Poltekba), Okta Amelia mengungkapkan, One Code WAN Data cukup efektif sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal jenis-jenis tumbuhan yang ada di lapangan.

Okta dan kawan-kawannya berkesempatan ujicoba scanning QR Code yang telah terpasang pada tumbuhan berkhasiat obat di Trek Tri Joko Mulyono KHDTK Samboja, Sabtu (30/11/2019). Selain di KHDTK Samboja, One Code WAN Data juga telah dipasang di Education Forest milik PT ITCI Kartika Utama, Sepaku dan Taman Nasional Kutai, KutaiTimur.

Untuk diketahui, One Code WAN Data merupakan inovasi untuk optimalisasi penyebarluasan data dan informasi e-Herbarium Wanariset dengan mengadopsi teknologi QR Code (Quick Response Code). QR Code dapat digunakan sebagai pengganti plang nama pohon konvensional, karena mampu memuat informasi yang lebih lengkap dengan biaya cetak yang sangat murah. Dengan memindai QR Code yang tertera pada tumbuhan di lapangan menggunakan smartphone, masyarakat dapat memperoleh informasi jenis tumbuhan tersebut secara online.

Secara teknis, One Code WAN Data akan dipasang pada tumbuhan-tumbuhan di lokasi publik yang ditargetkan seperti di taman nasional, kebun raya, hutan wisata, kawasan hutan penelitian dan pendidikan, trek wisata, arboretum, dan lain-lain. One Code WAN Data berarti setiap jenis tumbuhan akan mempunyai QR Code yang unik dan akan terkoneksi dengan informasi yang telah ada di website herbarium-wanariset.or.id. WAN sendiri merupakan akronim Herbarium Wanariset yang terdaftar di Index Herbariorum di New York Botanical Garden (NYBG).(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved