Hal Lain Reuni Akbar 212: Habib Rizieq Pulang sebelum Reuni 2020 hingga Ucapan Tito Karnavian Disoal

Massa Reuni Akbar 212 berdoa bersama seusai salat Subuh berjemaah di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019), berikut fakta lainnya

7. Ucapan Tito Karnavian Soal Reuni Akbar 212 Disoal

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian seusai rapat kerja bersama Komisi III DPR, Senin (5/12/2016)

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa pasca pilpres dan pilkada, 212 sudah tidak berpolitik.

Slamet Maarif mengatakan 212 akan kembali ke gerakan moral yakni tidak membiarkan adanya penistaan agama.

"Jadi pasca pilpres, kita nggak ada urusan 01 dan 02, sehingga 212 kembali kepada gerakan moral kita untuk melawan penista agama, tidak ada pembiayaran untuk penista agama, dan berjuang untuk keadilan di Indonesia," ujar Slamet Maarif di acara Kompas Petang, Rabu (28/11/19).

Slamet menegaskan akan tetap istiqomah mengkritisi pemerintah.

"Kami tetap istiqomah mengkritisi, karena kami oposisi gerakan moral terhadap kebijakan apapun dari pemerintah yang memang melanggar konstitusi dan melanggar syariat agama," ujarnya.

Slamet Ma'arif membantah pernyataan Mendagri Tito Karnavian.

"Jadi saya berpikir, pernyataan pak Tito bikin kondisi politik tidak stabil lagi, padahal kan semua sudah kembali pada garis perjuangan masing-masing, urusan politik sudah selesai," ujarnya.

Slamet Maarif khawatir jika dibenak masyakarat takut dengan 212.

"Itu artinya menimbulkan benak masyarakat phobia dengan 212, ketika mendengar 212 ketakutannya luar biasa, " ujarnya.

"Kemarin 212 terlibat di politik ya karena tahun politik, ketika itu sudah selesai ya kita kembali ke gerakan moral kita," imbuhnya.

Slamet Ma'arif menilai pernyataan Mendagri Tito Karnavian tidak benar.

Menurutnya, keberadaan 212 tidak menimbulkan politik bermasalah karena saat ini 212 tidak memikirkan politik.

"Bahkan kita pastikan reuni 212 itu benar-benar bermunajat dan merayakan maulid nabi," ujar Slamet Ma'arif.

Slamet Ma'arif menegaskan bahwa 212 melarang orang menistakan agama apapun dan siapapun orangnya.

Slamet Ma'arif menegaskan bahwa konstitusi harus dijalankan.

Terkait dengan reuni 212 Desember mendatang, Slamet Ma'arif mengatakan bahwa sudah mendapat izin dari gubernur dan polda metro jaya.

Diketahui sebelumnya,Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut politik Indonesia sudah mulai stabil.

Menurut Tito, politik Indonesia stabil sejak Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bergabung di pemerintahan Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, sebelumnya saat berkunjung ke Malaysia, tokoh malaysia menyebut politik Indonesia stabil.

"Apapun juga, politik kan tidak miss, tapi dari pandangan Malaysia kemarin ketemu banyak tokoh di sana, menganggap politik Indonesia itu stabil sekarang," ujar Tito dalam sambutannya di acara Munas APPSI VI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Mantan Kapolri itu menilai stabilnya politik di Indonesia setelah kubu Jokowi dan kubu Prabowo di Pemilihan Presiden lalu itu bergabung.

Tito Karnavian mengaku saat ini tinggal urusannya dengan 212.

"Terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 aja," jelas Tito.

Kondisi politik Indonesia yang stabil itu menurutnya membuat para investor Malaysia ingin datang ke Indonesia.

"Semenjak ada rekonsiliasi 01 dan 02 kita nganggep politik Indonesia stabil, sehingga banyak investor Malaysia ingin berinvestasi ke Indonesia," tuturnya.

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved