Kapolresta Balikpapan Berganti, Bukan Lagi AKBP Wiwin Fitra, Ini Sang Pengganti dan Tanggapannya

Kapolresta Balikpapan Kalimantan Timur Berganti, Bukan Lagi AKBP Wiwin Fitra, Ini Sang Pengganti dan Tanggapannya

Kapolresta Balikpapan Berganti, Bukan Lagi AKBP Wiwin Fitra, Ini Sang Pengganti dan Tanggapannya
TribunKaltim.Co/Evi Rohmatul Aini
Kapolresta Balikpapan Kalimantan Timur berganti, Bukan Lagi AKBP Wiwin Fitra, Ini penggantinya dan tanggapannya yang menjabat baru Kapolresta Balikpapan. 

Kemudian aktivitas masyarakat jauh lebih tinggi ketimbang daerah di perbatasan. 

"Di sini saya tidak kenal hari libur, Sabtu dan Minggu justru kegiatan itu banyak. Kayak kemarin Sabtu, dari 06.30 Wita sampai malam, itu 5 kali saya ganti kostum. Ganti baju di mobil, pakaian udah ada di sana," bebernya.

Baca juga:

Kunjungi SD Filial, Mahyudin Lihat Pelajar Bersepatu Bolong

BREAKING NEWS - Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah Kaltim Miliaran Rupiah Ditangkap!

Kadishub Sebut BSB Dapat Alokasi APBN, Ini Besarannya

Salman: Per 1 November, Tak Boleh Ada Polemik Transportasi Online‎ di Bumi Etam

Baru 17.000 Ha dari 172.000 ha Sawit Penuhi Syarat Administrasi untuk Direplanting

Mulai Lusa, Polantas Balikpapan Razia Besar-besaran, Tak Ada Ampun Bagi yang Melanggar

Nggak Mau Ditilang di Balikpapan, Jangan Panik! Catat Lokasi dan Pelanggaran yang Perlu Diwaspadai

Bila waktu di Malinau ia bertugas menjaga perbatasan Kaltim, kini ia menjaga pintu gerbang Kaltim, akunya.

Pernah terjadi gesekan antar warga di Malinau yang berpotensi konflik. Lantaran karakteristik masyarakat Malinau yang masih kental dengan adat dan kesukuan.

"Beberapa bulan lalu sempat terjadi kasus berpotensi konflik. Tapi karena hubungan kita sudah terjalin dengan tokoh-tokoh sehingga konflik itu bisa diatasi. Pelakunya saat ini dalam proses, kasus penembakan dengan senjata penabur," ungkapnya.

"Saat itu sempat saya langsung berhadapan dengan masyarakat dengan pakaian lengkap, pakai helm, pakai baju anti peluru segala macam. Kita berhadapan dengan masyarakat adat saat demonstrasi," lanjutnya.

Kendati belum sebulan menjabat sebagai Kapolres, berbagai inovasi sudah ia lakukan. Di antaranya program polisi turun ke jalan. Jadi seluruh jajaran Polres Balikpapan mulai dari tingkat bawah hingga pucuk pimpinan terlibat dalam program tersebut.

"Kami semua turun mengatur lalu lintas, memberian pelayanan masyarakat di jalan. Mulai dari menyeberangkan anak sekolah. Mengingatkan masyarakat yang belum tertib dan patuh hukum. Tak hanya Polantas, semua anggota, termasuk perwira dan Kapolresnya, juga. Makanya apel pagi kita mundurkan jam 08.00 Wita," urainya.

Selain itu program 'Polisi Ada Dimana-mana', ia menginstruksikan kepada jajarannya di setiap kegiatan masyarakat mulai dari tingkat bawah hingga atas wajib dihadiri polisi.

Baca juga:

China Rencanakan Bangun Terowongan Tibet ke Xinjiang Sepanjang 1.000 Kilometer

Pemimpin Korut Kim Jong-Un Bawa Istrinya Ri Sol Ju Jalan-jalan ke Pabrik Kosmetik

Seorang Pria Tiba-tiba Tergelantung di Papan Reklame, Begini Asal Usulnya

Alexis Ditutup, Asosiasi Pengusaha Hiburan Pertanyakan Nasib Para Pegawai

Menteri Susi Tenggelamkan 33 Kapal Tanpa Diledakkan dan Hanya Melubangi Lambungnya

Pendukung Cak Imin dan AHY Terbentuk

Pernikahan Kahiyang Bergaya Solo Klasik, Ini Ritual Khusus yang Harus Dijalani Tim Perias

"Mulai dari tingkat RT, mau itu syukuran, nikahan atau undangan lainnya, polisi ada di situ, diminta atau tidak diminta. Nah itu tugas bhabinkamtibmas, supaya kita bisa dekat masyarakat. Mereka merasa aman dengan adanya polisi," katanya.

Meniti karir hingga pencapaian yang ia raih saat ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan perjuangan, ketekunan dan disiplin yang tinggi untuk meraihnya.

"Bapak dari Tamtama, pensiun terakhir pangkatnya Peltu (Aiptu), jadi bukan anak jenderal saya," tutur mantan Kasubdit IV Dit Reskrimun Polda Kaltim..

Belakangan diketahui, ia memiliki 3 saudara yang kesemuanya tergabung di institusi Polri. Namun dari ketiga saudaranya, hanya Wiwin yang memiliki karir cemerlang.

Kakak pertamanya berpangkat Aiptu di Polres kediri, pun dengan kakak keduanya juga berpangkat Aiptu di Polresta Malang.

"Adik saya baru lulus, ikut sekolah perwira. Pangkatnya Ipda sekarang dinas di Palembang," tuturnya.

Kendati demikian, Wiwin belum merasa puas atas pencapaian karirnya hingga saat ini. Lantaran bapak beranak 3 tersebut bercita-cita menjadi jenderal polisi. 

Pada 1995 silam, keputusan perwira 2 bunga di pundak itu tepat, dengan menolak tawaran masuk kuliah di beberapa perguruan tinggi ternama. Lantaran memiliki nilai akademik yang bagus, ia lulusan terbaik di sekolahnya.

"Saya melihat kondisi keluarga saat itu. Sampai pada akhirnya memutuskan untuk mengabdi kepada negara," ucapnya.

Lagi pula keinginannya menjadi polisi sudah tertanam sejak kecil. Pengaruh kuat ayah yang juga sebagai abdi negara korps coklat membentuk semua anaknya mengikuti jalannya. Kedisiplinan paling utama diajarkan, mulai dari belajar, bermain, hingga berolahraga.

"Hasilnya saya jadi satu-satunya polisi saat itu, dari Kabupaten/Kota Mojokerto yang masuk pada penerimaan tahun 1995. Kalau di Jawa Timur itu ribuan yang daftar," ungkapnya.

Pendidikan polisinya terbilang lancar, lulus di Akpol tahun 1998, lalu PTIK tahun 2006, dan terakhir Sespimmen tahun 2013.

"Alhamdulillaah sekali saja ikut tes, sudah masuk," ucapnya.

Saat ini lulusan akpol TA 1998 tersebut memimpin roda institusi Polres Balikpapan. Ada 2 tag line yang ia buat pasca dilantik sebagai Kapolres, yakni 'Kita ada untuk semua' dan 'Bersama kita pasti bisa'.

"Semua jajaran ada di sini untuk masyarakat Balikpapan. Melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat Balikpapan khususnya dalam soal penegakan hukum,"

Sedangkan tag line 'bersama kita pasti bisa' memiliki arti dimana sinergitas begitu penting dalam membangun kota.

"Mulai aparatur Pemda, TNI, Stake holder, Instabsi terkait, Mitra Humas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,  tokoh agama, LSM, Paguyuban dan seluruh komponen Balikpapan untuk menjaga kerukunan, menciptakan rasa aman dan kondusif. Membuat kota ini nyaman dan layak huni," urainya. (*)

Penulis: Evi Rohmatul Aini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved