134 Warga Melamar Jadi Petugas Panwascam di Kutim, Ini Jumlah Petugas yang Akan Diterima

134 Warga Melamar Jadi Petugas Panwascam di Kutim, Ini Jumlah Petugas yang Akan Diterima,

134 Warga Melamar Jadi Petugas Panwascam di Kutim, Ini Jumlah Petugas yang Akan Diterima
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Pelantikan Panwascam Sangatta 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pendaftaran calon Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan ( Panwascam ) di Kabupaten Kutai Timur ditutup hari ini, Selasa (3/12/2019).

Dari data yang diterima, antusiasme warga untuk menjadi petugas Panwascam cukup tinggi.

Karena sudah ada 134 berkas lamaran yang masuk ke panitia seleksi di Bawaslu Kutim.

 

Baca Juga;  Bawaslu Samarinda Buka Pendaftaran Panwascam, Catat Waktu Pengumuman dan Pemberkasannya

Baca Juga;  Bawaslu Kutai Kartanegara Buka Pendaftaran Panwascam Besok Rabu 27 November, Berikut Persyaratannya

Baca Juga;  Kurangi Kecurangan di Pilwali Samarinda, Bawaslu Samarinda Undang ASN Menjadi Panwascam

Baca Juga;  Bawaslu Buka Penjaringan Panwascam se-Kota Bontang, Ini Besaran Upah Petugas

“Antusias warga untuk ambil bagian dalam Pilkada tahun depan cukup tinggi. Warga di seluruh kecamatan terpantau ikut melamar menjadi Panwascam. Kecuali dari Kecamatan Bengalon saja yang masih kosong pelamarnya hingga hari ini.

Namun dari kecamatan sekitar, cukup banyak. Terutama dari Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal dan Sandaran yang lebih dari 10 pelamar,” kata Ketua Bawaslu Kutim, Andi Mappasiling, Selasa (3/12/2019).

Bawaslu akan melakukan seleksi di tiga zona. Zona Sangatta, Zona pedalaman dan zona pesisir. Seleksi berupa tes tertulis dengan sistem CAT dan wawancara di hari yang sama.

“Mengapa per zona, karena sesuai instruksi pusat harus menggunakan sistem CAT. Sementara di beberapa kecamatan, masih ada yang jaringan internetnya belum memadai. Sehingga kebijakan kami, dilakukan per zona,” ujar Andi.

Dari ratusan pelamar tersebut, menurut Andi, akan dipilih 54 petugas Panwascam yang setiap kecamatan mendapat tiga petugas dari masyarakat umum dan dua petugas, berupa koordinator sekretariat dan bendahara yang diambil dari kalangan PNS kecamatan setempat.

“Pastinya, berbeda dengan pada pemilihan umum sebelumnya, untuk kali ini petugas Panwascam tidak harus berdomisili di kecamatan asalnya. Yang penting, pelamar adalah warga Kutim dan punya KTP Kutim.

Tinggal komitmennya saja nanti kita minta. Apakah mau berdomisili di kecamatan yang dipilih selama berlangsungnya pesta demokrasi, atau hanya datang sekali –sekali saja. Itu jadi pertimbangan juga,” ungkap Andi. (sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved