Bawaslu Akui Tingkat Kerawanan di Pilkada Balikpapan Rendah, Kemampuan Petugas Harus Ditingkatkan

Bawaslu Akui Tingkat Kerawanan di Pilkada Balikpapan Rendah, Kemampuan Petugas Harus Ditingkatkan

Bawaslu Akui Tingkat Kerawanan di Pilkada Balikpapan Rendah, Kemampuan Petugas Harus Ditingkatkan
TribunKaltim.Co/miftah aulia anggraini
Anggota Komisioner Bawaslu Kota Balikpapan Ahmadi Aziz saat ditemui Tribunkaltim.co, usai acara rapat koordinasi stakeholder terkait Indeks Kerawanan Pemilu, di Hotel Aston, Kota Balikpapan, Senin (2/12/19). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN-Bawaslu akui tingkat kerawanan di Pilkada Balikpapan rendah, kemampuan petugas harus ditingkatkan

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan selama beberapa tahun lalu, tidak memiliki indeks kerawanan yang mengkhawatirkan.

Hal tersebut dapat dilihat dari indikasi tingkat keamanan yang masih dianggap stabil dan aman.

Namun demikian, Komisioner Bawaslu Kota Balikpapan Ahmadi Aziz mengatakan, masih ada yang harus dibenahi dalam proses pemilihan nanti.

"Yang menjadi evaluasi kita di Bawaslu dan KPU adalah penyelenggara kita di bawah. Memang harus ada peningkatan SDM dan itu masih jadi PR,

karena sepertinya tim kita di bawah itu belum mengetahui terkait tupoksinya," ujar Ahmadi, Senin (2/12/19).

Ahmadi menambahkan,  peningkatan SDM itu akan dilakukan agar tidak terjadi pemungutan suara ulang seperti yang sempat terjadi di beberapa TPS pada pemilu sebelumnya.

Menurutnya,  hal tersebut terjadi karena ada sejumlah petugas yang kurang profesional, baik  dari pengawas TPS maupun KPPS itu sendiri.

"Perlu memang kita tingkatkan kapasitas dengan melaksanakan bimbingan teknik.

Makanya Bawaslu Balikpapan akan melaksanakan bimtek bagi pengawas TPS dari yang awalnya cuma sekali nanti kita akan laksanakan dua kali," jelas Ahmadi.

Halaman
1234
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved