Bocah Tiga Tahun Diduga Dicabuli, Satu Bulan Dipingpong Ibu Korban Minta Keadilan ke DPRD Balikpapan

Bocah berusia tiga tahun diduga mengalami aksi pencabulan seorang petugas kebersihan. Tak terima, Ibu si anak lapor ke DPRD Balikpapan, Kaltim

Bocah Tiga Tahun Diduga Dicabuli, Satu Bulan Dipingpong Ibu Korban Minta Keadilan ke DPRD Balikpapan
TribunKaltim.Co/Siti Zubaidah
Jadi Korban Cabul Petugas Kebersihan di Polsek Semayang, Anggraini Lapor ke Anggota DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang menceritakan kronologi kasus tersebut.

Menurut Kapolsek, ibu dari anak tersebut memiliki KTP Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

"Kemarin minta pulang ke Wahau. Awalnya ketinggalan kapal sedang hamil besar, tak punya uang untuk pulang ke Palembang. Akhirnya ditolong dan tinggal di Pelabuhan Semayang sampai melahirkan bayinya," ungkap AKP Dika.

Sementara, terduga tersangka asusila tersebut merupakan orang luar dan tidak kenal dengan pihak kepolisian di kawasan Pelabuhan Semayang.

"Begitu pula dengan ibu tersebut, kami hanya membantu ibu tersebut untuk mengurus kasusnya, terbukti atau tidak. Kalau susah dibuktikan kita tidak bisa dipaksakan juga. Sementara ibu tersebut maunya yang diduga pelaku dipenjara," kata AKP Dika Yosep Anggara.

Kapolsek menerangkan, bahwa pria diduga pelaku ini sering bantu bersih-bersih.

Namun, kejadiannya tidak tahu persisnya di mana.

Ketika itu, ibu korban sedang hamil besar. Tak bisa bergerak dan tinggalnya di Kantor Polsek Semayang.

"Saat hamil besar anak pertamanya bermain sendiri. Sangat lincah. Kami pun ikut mengawasi anaknya, takut lari ke laut," ujar AKP Dika.

Informasi yang ada, dari laporan visum, tidak ada luka di selaput kemaluan bocah tersebut.

"Tapi kalau ada luka kami tidak mengerti. Kami pun ikut dipanggil ke Polda untuk mengecek. Kasus ini sudah satu bulan lebih," ujarnya.

Bocah 14 Tahun di Balikpapan Juga Dicabuli

Bocah 14 Tahun di Balikpapan Kalimantan Timur Dicabuli ayah kandung, Kaos Lengan Panjang Biru Saksi Bisu.

Tragis bagi bocah perempuan yang masih berusia 14 tahun menjadi korban cabul dari ayah kandung ya sendiri. 

Ada persaaan yang terancam bagi korban, sebab selama beraksi pelaku mengancam korban

 Sadis, Gadis 19 Tahun Dicabuli Tiga Sopir Angkot di Sebuah Rumah, Kini Begini Nasib Para Pelaku

 Kasus Pencabulan Bocah di Balikpapan, Pengacara Ini Siapkan Bantuan Hukum bagi Orangtua Korban

 Tiga Kasus Pencabulan di Bawah Umur Terjadi di Kukar, Termasuk Kenal di Medsos

 Pencabulan Oleh Oknum Guru di Penajam, Polisi Sebut Pelaku Ajak Korban Nonton Film Kartun

Pihak Polres Balikpapan berhasil membongkar kelakuan bejat seorang ayah kandung bernama MH (39) yang tega menyetubuhi anak kandungnya.

Perempuan berinisial SN (14) yang menjadi korban nafsu bejat ayahnya.

SN telah menjadi budak pelampiasan ayahnya sejak dirinya duduk di bangku kelas 3 SD hingga saat ini kelas 2 SMP.

Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Costa Siahaan mengatakan, kelakuan bejat MH yang telah dilakukan sejak 2013 lalu.

"Pelaku ini mencabuli anaknya sendiri dari kelas 3 SD hingga sekarang," ujarnya, Senin (25/11/2019).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tersangka melancarkan aksinya di rumahnya di Jalan Marsma R. Wahyudi RT. 02 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Kejadian ini terungkap, berawal dari SN (14) menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada tantenya.

Kemudian tantenya melaporkan kejadian tersebut kepada kader PPA di daerah setempat.

Tak berselang lama, kader PPA tersebut melayangkan laporan adanya persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur ke Polres Balikpapan, Senin (28/10/2019).

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengiming-iming korban akan diberi uang 50 ribu.

Jika korban tak mau melayani nafsu ayahnya, korban diancam akan dipukul.

"Jadi korban diiming-iming uang 50 ribu, kalau nggak mau nanti dipukul," tambahnya.

Pelaku pencabulan tersebut berhasil dibekuk di Muara Wahau, Kutai Timur, belum lama ini.

Nah, Polres Balikpapan berhasil mengamankan barang bukti berupa kaos lengan panjang berwarna biru.

Celana panjang jeans berwarna warni, pakaian dalam penutup bagian dada berwarna putih dan celana dalam berwarna biru.

Akibat dari aksi bejatnya tersebut, MF harus mendekam di penjara lantaran terjerat pasal 83 ayat 2 dan 82 ayat 1.

Tentang Perlindungan Anak dan kekerasan seksual anak dengan ancaman hukum di atas 15 tahun.

"Di atas 15 tahun penjara," ungkap Kanit PPA Reskrim Polres Balikpapan, Aipda Kusmanto.

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Langganan Berita Pilihan Tribun Kaltim di WhatsApp

(*)

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved