KPU Kutai Timur Menargetkan Partisipan Pilkada 2020 Mencapai 77,5 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan

KPU Kutai Timur Menargetkan Partisipan Pilkada 2020 Mencapai 77,5 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan,

KPU Kutai Timur Menargetkan Partisipan Pilkada 2020 Mencapai 77,5 Persen, Ini Upaya yang Dilakukan
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Rakor persiapan peluncuran Pilkada Kutim 2020 di KPU Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kutai Timur sudah mulai menggencarkan koordinasi untuk mensukseskan pesta demokrasi berupa Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) yang puncaknya digelar 23 September 2020 mendatang.

Satu di antaranya, dengan menggelar rapat koordinasi persiapan peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 di ruang rapat KPU Kutim, Selasa (3/12/2019).

Yang diikuti perwakilan TNI/Polri, Bawaslu, Dinas Kominfo Perstik, Kejaksaan, Bagian Pemerintahan Setkab Kutim serta Kesbangpol dan Satpol PP.

 

Sebesar Inilah Persyaratan Minimal Dukungan Calon Perseorangan dalam Pilkada Kutim Kalimantan Timur

Dalam Sehari, Kasmidi Bulang Kembalikan Formulir Pendaftaran ke 3 Parpol, Serius Maju Pilkada Kutim

Diantar Rombongan Reog, Uce Prasetyo Mendaftar ke PPP Ramaikan Panggung Pilkada Kutim

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kutim, Ulfa Jamiatul Farida mengatakan rakor tersebut sekaligus persiapan peluncuran maskot dan jingle Pilkada Kutim yang rencananya digelar Kamis (5/12/2019) mendatang.

“Koordinasi antar instansi penting untuk mempersiapkan pesta demokrasi yang akan datang. Apa yang menjadi perhatian. Seperti soal penertiban algaka, masa kepemimpinan yang kali ini hanya sekitar 3 tahun, yakni sampai 2024 saja, pemasangan baliho dan penyebaran informasi tahapan Pilkada dan paslon hingga ke pedesaan serta apakah ada batasan dari pengerahan massa dalam setiap momen sosialisasi di lapangan,” ungkap Ulfa.

Selain itu, Komisioner KPU Kutim, Handoko mengatakan untuk Pilkada Kutim ke depan diharapkan bisa meningkatkan partisipan hingga lebih dari 77,5 persen. Karena keberhasilan penyelenggaraan Pilkada tidak hanya pada faktor keamanan saja, tapi angka partisipan yang datang ke TPS dan mencoblos juga menjadi indikator kesuksesan.

“Pilkada sebelumnya, pada 2015 lalu, partisipan Kutim hanya berada di angka 40 hingga 50 persen saja. Sisanya golput. Pada Pemilu 2019 lalu, meski meningkat tapi juga tak beda jauh. Untuk Pilkada 2020 ini, KPU Kutim berharap bisa mencapai 77,5 persen,” ujarnya.

KPU Kutim menggelar rakor persiapan peluncuran maskot Pilkada Kutim, Selasa (3/12/2019).
KPU Kutim menggelar rakor persiapan peluncuran maskot Pilkada Kutim, Selasa (3/12/2019). (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

Dari Kepala Kantor Satpol PP Kutim, Didi Herdiansyah mengusulkan agar KPU Kutim juga gencar melakukan sosialisasi di media massa, baik cetak maupun online tentang perhelatan akbar tersebut. Lokasi pemasangan baliho dan jangka waktu terpasang juga harus jelas dan tegas.

“Satpol PP ini jangan diibaratkan pencuci piring. Saat kampanye tim bacalon memasang baliho, begitu masa tenang, baliho dan spanduk tidak dilepas, Satpol PP yang lepas. Saat penertiban baliho lalu, petugas kami sampai ada yang jatuh,” ungkap Didi.

Sementara itu, Ronny Bonar, Sekretaris Dinas Kominfo Perstik Kutim mengatakan untuk kerja sama dengan media, seperti station TV, radio dan media massa, milik swasta diserahkan pada KPU.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved