Pasokan Daerah Kurang, Bahan Makanan dan Transportasi Pemicu Inflasi di Balikpapan

Pasokan Daerah Kurang, Bahan Makanan dan Transportasi Pemicu Inflasi di Balikpapan

Pasokan Daerah Kurang, Bahan Makanan dan Transportasi Pemicu Inflasi di Balikpapan
TribunKaltim.Co/HO
Pedagang Ayam Ras di Pasar Tradisional Balikpapan, salah satu bahan makanan yang merupakan pemicu inflasi di Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -pasokan daerah kurang, bahan makanan dan transportasi pemicu inflasi di Balikpapan

Kenaikan harga bahan makanan dan transportasi merupakan pemicu inflasi di Kota Balikpapan, Selasa (3/12/2019)

Dalam kurun waktu sebulan, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), jika dihitung inflasi Kota Balikpapan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya -0,69% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Bimo Epyanto mengatakan, inflasi pada bulan lalu,  juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi di bulan yang sama ulan selama 3 tahun terakhir ini.

"Kira-kira sebesar -0,02% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 2,06% (yoy) atau lebih tinggi,

dibandingkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur sebesar 1,80% (yoy) namun lebih rendah dari nasional 3,00% (yoy)," ujar Bimo Epyanto.

Secara tahun kalender, inflasi Kota Balikpapan hingga November 2019 mencapai 1,19% (ytd).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi November 2019 disebabkan oleh peningkatan harga bahan makanan terutama tomat sayur,

daging ayam ras dan telur ayam ras seiring dengan berkurangnya pasokan dari daerah pemasok dan kenaikan permintaan pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW dan mendekati akhir tahun.

"Selain itu, inflasi juga didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara jelang akhir tahun.

Halaman
1234
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved