Penyelesaian Insiden Ponton Tabrak Jembatan Mahakam Berlarut-larut, Ini Kata Plt Sekprov Kaltim

Penyelesaian Insiden Ponton Tabrak Jembatan Mahakam Berlarut-larut, Ini Kata Plt Sekprov Kaltim,

Penyelesaian Insiden Ponton Tabrak Jembatan Mahakam Berlarut-larut, Ini Kata Plt Sekprov Kaltim
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Jembatan Mahakam saat difoto dari lantai V Hotel Harris Samarinda, Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sei Kunjang, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Penyelesaian Insiden Ponton Tabrak Jembatan Mahakam Berlarut-larut, Ini Kata Plt Sekprov Kaltim.

Belum diketahui kapan akan ada pertemuan antara Pemprov Kaltim dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas insiden tabrak Jembatan Mahakam oleh ponton beberapa waktu lalu. Namun, Pemprov Kaltim meminta agar otoritas pelayaran di Sungai Mahakam tegas memutuskan.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, HM Sabani mengungkapkan, agar pihak-pihak yang bertanggungjawab pada lintasan di Sungai Mahakam bertindak tegas dalam memutuskan soal insiden penabrakan jembatan oleh ponton yang telah terjadi berulang kali.

“Percuma kita mau berikan sanksi, kalau izin berlayar kapal dan perangkatnya tetap saja diberikan. Harusnya, sanksi tegas kita itu diimbangi dengan penyetopan berlayar. Kalau sudah seperti itu, barulah sanksi bisa diberikan,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (3/12/2019), di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.

 

Soal Ponton Tabrak Jembatan Mahakam, Pemprov Kaltim akan Gelar Pertemuan dengan Perusahaan Tambang

Kelanjutan Tongkang Tabrak Jembatan Mahakam, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Belum Terima Laporan

“Itulah nanti yang akan kita bicarakan saat pertemuan dengan seluruh pihak yang bertanggungjawab atas persoalan ini. Seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, dan Pelindo. Kemudian, kita juga minta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) ikut serta dalam pertemuan itu,” lanjutnya.

Sejauh ini, disampaikan Sabani, telah ada kajian institusi yang bertanggungjawab dalam penanganan Jembatan Mahakam, yakni Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Satker PJN wilayah II Kalimantan Timur. Namun, kajian awal tersebut,  akan dilanjutkan pada kajian yang lebih detail.

“Kalau kajian secara umum sudah dilakukan. Tapi, kajian yang lebih detail belum dilakukan. Sebab, kajian tersebut nantinya akan berkaitan dengan biaya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada pilar jembatan yang ditabrak. Nah, untuk kajian itu tentu memerlukan banyak waktu,” tuturnya.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, HM Sabani
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, HM Sabani (Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto)

Sesuai laporan awal yang diterima, Sabani menyebutkan, memang ada gangguan fisik pasca tabrakan jembatan oleh ponton. Kedepannya, Sabani mengungkapkan, mencegah persoalan tersebut terulang lagi maka akan dilaksanakan koordinasi soal bagaimana pengaturan berlayar di Sungai Mahakam.

“Dalam pertemuan tersebut nantinya, kita akan kaji juga soal pelayaran di Sungai Mahakam dengan KSOP. Kemudian, nanti juga akan dilihat bagaimana bagi ponton-ponton yang menabrak jembatan itu seperti apa. Lalu, bagaimana kita akan mengantisipasi hal serupa terjadi dikemudian hari. Itu yang kita bahas juga,” jelasnya.

Selain persoalan sanksi, Sabani juga menekankan, bagaimana pertanggungjawaban pihak-pihak yang menabrak jembatan dapat dijelaskan secara detail. Agar para pemilik kapal maupun ponton tidak seenaknya saat melintas dan terjadi sesuatu pada saat pelayaran.

“Jangan seenaknya saja melakukan pelayaran. Ketika terjadi sesuatu atau ada apa-apa saat pelayaran di Sungai Mahakam, tidak ada yang bertanggungjawab. Ini yang harus kita bicarakan bersama nanti. Saya sudah minta DPUPR PERA untuk menjadwalkan pertemuan tersebut secepatnya,” tuturnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved