Nasib Pasar Beller Menunggu Rekomendasi Walikota Balikpapan, Ini yang Dilakukan Satpol PP

Nasib Pasar Beller Menunggu Rekomendasi Walikota Balikpapan, Ini yang Dilakukan Satpol PP.

Nasib Pasar Beller Menunggu Rekomendasi Walikota Balikpapan, Ini yang Dilakukan Satpol PP
Tribunkaltim.co, Heriani AM
Pasar Beller yang terletak di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wacana penertiban Pasar Beller yang terletak di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah sudah bergulir sejak berbulan- bulan lalu.

Sampai saat ini, penentuan nasib pasar tradisional tersebut belum sampai di titik final.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina mengungkapkan, saat ini pihaknya masih mempersiapkan administrasi atau hal-hal yang mendukung untuk tindak lanjut pasar Beller.

Baca Juga; • Kawasan Jalan Beller Lumpuh Total, Banyak Kendaraan Mogok dan Warga Dievakuasi

Baca Juga; • Paling Parah dan Langganan Banjir, BPBD Balikpapan Turunkan Petugasnya di Jalan Beller

Baca Juga;  Dinas Pekerjaan Umum Tinjau Banjir di Beller, Salah Satu Penyebabnya Air Waduk Wonorejo Lagi Tinggi

Sementara ini belum ada waktu tertentu pelaksanaan penertiban pasar. Silvia Rahmadina mengaku pihaknya masih menunggu keputusan dari kepala daerah.

"Kita tunggu saja intruksi dari Pak Walikota," kata Silvia Rahmadina, Rabu (4/12/2019).

Silvia Rahmadina menambahkan, belum ada final bentuk penertiban pasar Beller. Apakah akan dilakukan pembongkaran dan sebagainya.

"Nantinya pasar Beller lebih ke penataan. Penataan bisa jadi pembongkaran, pemindahan dan sebagainya. Jadi ditata belum tentu diasumsikan dibongkar," jelas Silvia Rahmadina.

Sebelumnya, pasar Beller terancam ditutup karena diduga melanggar aturan. Pasar beroperasi tanpa melihat aturan-aturan yang berlaku.

Selain itu, pasar tersebut dinilai tidak sesuai peruntukannya karena disamping sebagai lokasi transaksi jual beli, juga bertindak sebagai hunian. Padahal, bangunan yang ada tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Jika terus dibiarkan tanpa tindak lanjut, dikhawatirkan pasar akan terus terbuka dan beraktivitas seperti layaknya pasar pada umumnya. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved