Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Naswedan Lewati Tenggat Waktu, Kapolri Pilih Bungkam

Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Naswedan Lewati Tenggat Waktu, Kapolri Pilih Bungkam

Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Naswedan Lewati Tenggat Waktu, Kapolri Pilih Bungkam
KOMPAS.com/GARRY ANDREW
NOVEL BASWEDAN - Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya 

Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Novel Naswedan Lewati Tenggat Waktu, Kapolri Pilih Bungkam

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pengungkapan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah melewati tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun kasus yang menimpa Novel Baswedan dua tahun silam itu belum juga menemukan titik terang.

Sementara akibat penyiraman air keras itu, mata kiri Novel Baswedan mengalami kerusakan sehingga ia harus berobat ke Singapura.

Awal Desember 2019 menjadi tenggat waktu yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan.

Ini merupakan perpanjangan tenggat waktu yang sebelumnya diberikan Jokowi kepada mantan Kapolri, Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian.

Target kepada Tito diberikan Jokowi selama tiga bulan sejak 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Kendati demikian, kasus Novel belum juga menemukan titik terang hingga saat ini.

Istana Tanya Kapolri

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, pihaknya akan bertanya soal perkembangan kasus Novel.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved