Tidak Hanya Soal Kebakaran, Damkar Samarinda Juga Bertugas Evakuasi Kucing Hingga Tangkap Buaya
Tidak Hanya Soal Kebakaran, Damkar Samarinda Juga Bertugas Evakuasi Kucing Hingga Tangkap Buaya,
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Tidak Hanya Soal Kebakaran, Damkar Samarinda Juga Bertugas Evakuasi Kucing Hingga Tangkap Buaya.
Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar ) Kota Samarinda tidak melulu hanya bertugas memadamkan maupun menanggulangi terjadi kebakaran, namun banyak hal yang dapat dilakukan Damkar.
Salah satu tugas yang juga dilakukan oleh personel Damkar yakni melakukan evakuasi non kebakaran, yang dievakuasi tidak hanya manusia, melainkan juga hewan.
• Apresiasi Penanggulangan Karhutla di Kalimantan CGV Cinemas Nonton Bareng Damkar dan BPBD Balikpapan
• Ini Harapan Dinas Damkar Kutai Timur Kepada Bupati, Tiap Kecamatan Harus Miliki Pos Pemadam
• Tim Rescue Disdamkar Samarinda Temukan Sarang Ular Piton Berisi Puluhan Butir Telur, Mana Induknya?
Tidak jarang Damkar mendapatkan laporan maupun dimintai tolong oleh warga untuk memindahkan sarang tawon, menangkap ular, evakuasi kucing, hingga menangkap buaya muara.
Hampir setiap hari Damkar mendapatkan laporan dari warga mengenai hal-hal tersebut melalui telepon ke Puskom Damkar di 0541-742492 maupun call center Pemkot Samarinda di 112, ataupun datang langsung ke posko Damkar.
Tidak ada keahlian khusus yang dimiliki personel Damkar dalam menangani hal-hal diluar kebakaran, nyaris semua personel hanya mengandalkan pengalaman, serta belajar otodidak, walaupun belum lama ini Damkar mengirimkan sekitar lima personelnya untuk ikut pelatihan menangkap ular.
"Selain kebakaran, kita juga bertugas menyelamatkan maupun evakuasi di luar kejadian kebakaran, bisa manusia, bisa juga binatang," ucap Kepala Dinas Damkar Kota Samarinda, Nursan, Rabu (4/12/2019).
Tugas selain urusan kebakaran tertuang dalam Permendagari Nomor 114 Tahun 2018 tentang standart teknis pelayanan dasar pada pelayanan minimal sub urusan kebakaran daerah Kabupaten/Kota.
"Jadi, selain standby 24 jam tangani adanya kebakaran, juga standby 24 jam tangani laporan warga mengenai evakuasi di luar kebakaran," imbuhnya.
Evakuasi diluar kebakaran ditangani oleh Seksi Penyelamatan, yang dilakukan oleh seluruh personel dimasing-masing posko. Kendati laporan mengenai evakuasi di luar kebakaran cukup tinggi, namun selama ini dalam penanganannya personel Damkar hanya menggunakan alat seadanya.
"Sudah ada tim khusus, jadi masing-masing Korwil yang bergerak melakukan evakuasi," imbuhnya.
Hewan-hewan yang berhasil dievakuasi, seperti buaya, ular dan biawak tidak ditampung di kandang atau tempat permanen. Terhadap hewan yang dilindungi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk penyerahan hewan tersebut.
"Biasanya ada teman-teman relawan yang menampung, kalau tidak ada, kita taruh dikarung dulu. Untuk yang dilindungi kita koordinasi dengan BKSDA. Di sini memang kita tidak punya tempat penampungan," tuturnya.
"Alat yang kita gunakan juga sangat sederhana, untuk meminimalkan resiko jika evakuasi tawon, kita lakukan pada malam hari, sarangnya kita semprot pakai pertalite. Evakuasi ular pakai tongkat biasa saja, alat sederhanan saja yang digunakan, walaupun ada beberapa alat yang modern," sambungnya.
Sementara itu, dari data Dinas Damkar Kota Samarinda per Januari - November 2019, personel Damkar telah melakukan sejumlah evakuasi di luar kejadian kebakaran, sebagai berikut :
1. Operasi tawon : 120 kejadian
2. Evakuasi Ular : 60 kejadian
3. Evakuasi kucing : 10 kejadian
4. Evakuasi Buaya Muara : 3 kejadian
5. EvakuasI Biawak : 6 kejadian
6. Pohon tumbang : 13 kejadian
7. Evakuasi orang tenggelam : 5 kejadian
8. Evakuasi sopir terjepit : 1 kejadian
9. Potong cincin : 1 kejadian (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/petugas-damkar-evakuasi-buaya.jpg)