Belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim Diminta Perbanyak Kunjungan ke Kecamatan dan Desa-desa

Belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim Diminta Perbanyak Kunjungan ke Kecamatan dan Desa-desa,

Belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim Diminta Perbanyak Kunjungan ke Kecamatan dan Desa-desa
Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA
Peluncuran Maskot Pilkada Kutim 2020, Si Badas oleh KPU Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA –Belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim Diminta Perbanyak Kunjungan ke Kecamatan dan Desa-desa,

Tahapan demi tahapan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Kutai Timur terus berlanjut.

Setelah penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah ( NPHD ) yang memastikan ketersediaan anggaran Pilkada dari Pemprov Kaltim maupun Pemkab Kutim, pada Bulan Oktober dan sosialisasi pada masyarakat yang dimulai 1 November lalu, Kamis (5/12/2019), Komisi Pemilihan Indonesia (KPU) Kutai Timur meluncurkan maskot dan jingle Pilkada Kutim 2020.

Maskot berupa si Badas, yang merupakan buaya langka dan populasinya hanya ada di Kutai Timur dan hutan Amazon, dipilih setelah melalui proses penilaian panjang.

Maskot si Badas pun diberi tagline, bersama wujudkan Pilkada cerdas dan berintegritas.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda H Irawansyah, disaksikan Ketua KPU Provinsi Kaltim, Rudiansyah dan Ketua KPU se Kaltim serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Kutim.

“Kita berkaca pada Pilkada 2015 lalu yang sangat rendah partisipannya. Karena memang saat itu bertepatan dengan libur panjang. Warga Kutim umumnya pendatang, begitu libur, pilih pulang kampung ketimbang mencoblos. Pas juga hari hujan, jadi yang di rumah juga malas, keluar. Dalam Pilkada mendatang, kita harus lebih menggerakkan masyarakat untuk datang ke TPS,” ungkap Irawansyah.

Peran masyarakat dalam Pilkada sangat penting, karena berimbas pada pembangunan. Peningkatan infrastruktur.

Belum lama ini, pembangunan komunikasi di wilayah pesisir juga sudah dilakukan. Dengan dipasangnya WIFI di Kecamatan Sangkulirang.

“Namun, sekarang saya ingatkan. Kalau pada Pilkada lalu kita bisa foto dengan paslon, sekarang tidak boleh lagi. Bahkan teguran tidak dari Bupati, tapi dari Komisi ASN. Hal ini juga untuk menjaga netralitas ASN kita,” ujar Irawansyah.

Sebelumnya, Rudiansyah juga mengingatkan soal rendahnya partisipan Pilkada 2015 lalu dimana KPU Kutim menempati peringkat keempat paling bawah, se Indonesia. Dengan tingkat partisipan hanya 40 persen dari angka DPT.

Peluncuran maskot Pilkada Kutim, belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim diminta perbanyak kunjungan ke kecamatan dan desa-desa,
Peluncuran maskot Pilkada Kutim, belajar dari Pilkada 2015, KPU Kutim diminta perbanyak kunjungan ke kecamatan dan desa-desa, (Tribunkaltim.co, MARGARET SARITA)

“Untuk itu, Pilkada 2020 mendatang, KPU Kutim perbanyak ke kecamatan saja. Ada 18 kecamatan di Kutim. Kurangi keluar daerah untuk studi banding maupun kunjungan kerja. Apalagi kalau hanya konsultasi, lebih baik ke KPU Provinsi saja,” ujar Rudiansyah.

Selain itu, Rudiansyah juga menganjurkan agar KPU Kutim mengurangi kegiatan sosialisasi di tempat-tempat mewah, seperti hotel dan restoran. Karena tempatnya terbatas. Tapi, lebih baik datangi masyarakat secara langsung ke kecamatan dan desa.

Untuk mengajak mereka ke TPS pada 23 September 2020 mendatang. “Untuk mencapai Pilkada berkualitas, syaratnya, penyelenggara harus memiliki integritas, pasangan calon berkualitas dan pemilihnya cerdas,” kata Rudiansyah.(sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved