Kostrad Jaga Perbatasan Negara, Prajurit Dituntut bisa Mengajar dan jadi Tenaga Kesehatan

Kostrad Jaga Perbatasan Negara, Prajurit Dituntut bisa Mengajar dan jadi Tenaga Kesehatan

Kostrad Jaga Perbatasan Negara, Prajurit Dituntut bisa Mengajar dan jadi Tenaga Kesehatan
TribunKaltim.Co/Christoper Desmawangga
TAPAL BATAS - Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) Kostrad yang berada di pos Kotis, Long Bagun melakukan olahraga bersama 

Kadang kala, personel Satgas juga berkalaborasi dengan Pemkab Mahakam Ulu mengadakan sejumlah kegiatan sosial,

seperti pemeriksaan kesehatan gratis hingga karya bhakti, termasuk kegiatan pengembangan sumber daya manusia.

"Selain memeriksa dan mengamankan patok perbatasan negara, personel Satgas terutama yang berada diantara permukiman masyarakat melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial,

ada yang mengajar di sekolah, layanan kesehatan, bela negara, hingga kegiatan yang dapat meningkatkan taraf hidup warga sekitar," tuturnya.

"Upaya antisipasi terjadinya aktivitas terlarang juga kita lakukan, melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun pelintas batas negara,

hal ini untuk mencegah masuk atau keluarnya barang terlarang, termasuk human traficking, illegal mining dan illegal logging," sambung Danyon.

Lanjut Letkol Inf Taufik Ismail menjelaskan, bertugas di wilayah perbatasan pasti terdapat suka dan dukanya. Menurutnya, tugas merupakan suatu kehormatan bagi setiap prajurit.

"Melaksanakn tugas dengan semangat dan gembira, selain itu menambah pengalaman bertugas, bisa mengenal adat istiadat, lingkungan dan masyarakat baru, ini bagian sukanya," ucapnya sambil tertawa.

Sedangkan bagian duka, sebagai pimpinan dirinya paham betul dengan kondisi pasukannya, dihadapkan dengan serba keterbatasan,

dengan kondisi medan yang extream, ditambah dengan akses trasportasi yang sangat minim pilihan, tidak membuat personel Satgas patah arang.

"Mengecek dan bertatap muka dengan anggota sangat minim, jadi saya memanfaatkan waktu saat pelaksanaan dorlog (dorongan logistik) ke jajaran.

12 pos tidak ada masyarakat merupakan suatu tantangan tersendiri bagi saya selaku Komandan, untuk tetap menjaga moril, semangat dan daya juang prajurit," ujarnya

"Kebanyakan yang di daerah Mahulu, akses untuk sampai ke pos hanya dapat menggunakan jalur udara, ini juga jadi kendala ketika terjadi hal-hal yang sifatnya emergency, proses evakuasi tentu memakan waktu lama. Mudah-mudahan kedepannya ada solusi mengenai hal ini," urainya.

Sebelum sampai di pos Kotis maupun pos terdepan, prajurit harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sesampainya di Balikpapan,

prajurit kembali harus menempuh perjalanan menuju Samarinda, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan jalur sungai menggunakan perahu tradisional selama dua hari.

Sesampainya di Mahalu, prajurit tidak dapat menuju pos terdepan dengan menggunakan mobil atau perahu, namun menggunakan helikopter.

Pilot helikopter pun dituntut jeli dan lihai dalam mengoperasikan helikopternya, karena berhadapan dengan hutan belantara dengan hamparan pegunungan, tebing, serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Ditanya mengenai apakah ada prajuritnya yang terlibat cinta lokasi (Cinlok) dengan warga sekitar, dirinya menuturkan hingga saat ini belum ada.

Namun, ketika ada prajurit yang menjalin hubungan lebih, dirinya menekankan agar dapat berlanjut kehubungan yang lebih serius.

"Sejauh ini belum ada. Jodoh dan kuasa ilahi, apabila memang ada saya tekankan agar berlanjut ke hubungan yang serius, dilaksanakan sesuai dengan cara kesatria sebagai prajurit yang taat terhadap aturan," tegasnya.

Sebagai informasi, Yonif Raider 303/SSM Kostrad bermarkas di Cikajang, Garut, Jawa Barat. Merupakan salah satu pasukan tempur yang telah terlibat dalam berbagai operasi tempur, mulai dari penumpasan PKI,

penumpasan DI/TII, penumpasan PRRI, Operasi Seroja, Operasi Watumisa, Operasi Moris Diak, misi perdamaian PBB, Operasi pemulihan keamanan di Aceh hingga Operasi Satgas Pamrahwan Papua. (*)

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Langganan Berita Pilihan Tribun Kaltim di WhatsApp
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved